Kenapa Traveling?

Banyak orang suka traveling, ada yang saat liburan saja dan menyebutnya vacation, dan ada yang sering, lebih sering dari orang kebanyakan dan dia pun mendapat predikat traveler, bolang, tukang jalan, dan tidak jarang saya pun ditanya, “travel mulu?!”.

Kalau ditanya kepada saya, kenapa saya traveling, saya akan bilang kalau itu adalah bagian penting dari hidup saya. Sepanjang usia kita semua berjalan, berpindah, hijrah, berubah, dari satu waktu ke waktu lain, dari satu tempat ke tempat lainnya, kita semua bergerak.

Ya, itu memang bukan definisi traveling sesungguhnya, tapi buat saya itu sama saja. Dimana kita semua pasti berpindah, dan bertemu hal-hal baru dalam hidup. Setiap hari, setiap waktu, sesering mungkin.

Maka saya menganggap bahwa traveling adalah bagian dari hidup saya yang tidak bisa dipisahkan dari bagian lainnya, terutama untuk saat ini. Ketika saya merasa banyak sekali pertanyaan yang tidak bisa saya jawab sendiri.

Apa saja sifat manusia? Bagaimana cara bertahan hidup di alam? Dimana bisa melihat keindahan alam, menemukan fenomena yang tidak bisa dijabarkan hanya lewat cerita, makan enak, berjalan, mendaki, berlayar, terbang, melompat dari kota yang saya diami setiap hari ke tempat-tempat yang tidak bisa saya prediksi hanya lewat riset sebelum perjalanan. Traveling is not only to write, to share, but to make people join and do its traveling by their self. We all have to feel TRAVELING by our own feeling.

Memang traveling bisa diceritakan, bisa dibagi dokumentasinya melalui banyak sekali media, apalagi semakin hari, semakin mudah. Tapi melakukan traveling itu sendiri adalah soal rasa, soal kemauan, dan bagaimana kita semua melakukannya dengan cara kita sendiri.

Buat saya kini, traveling adalah untuk mengenal diri saya sendiri. Usia 25 di tahun ini adalah masa yang sulit bagi saya untuk mendefinisikan diri saya sesungguhnya. Siapa saya, mau jadi apa, apa sifat jelek saya, apa kelebihan saya, bagaimana saya berinteraksi dan membangun hubungan, entah itu pertemanan atau hal lainnya, saya belajar. Belajar dari traveling.

To see my self, through other people’s eyes.

Melihat kebesaran Tuhan, melihat indahnya negeri, dari pelosok ke pelosok, kota ke kota, budaya ke budaya, saya adalah tipikal pejalan yang menikmati semua jenis perjalanan, baik itu koper dengan gaya cantik, naik pesawat, atau ransel dekil dan carrier tinggi ala backpaker, naik kereta atau bus, semua traveling sama saja. Menyenangkan.

Ya, apalagi saya perempuan, umur 25. Yang mungkin tidak bisa lagi menikmati traveling sebebas sekarang, jika sudah berkeluarga nanti. Jadi, untuk dua tiga tahun ke depan, saya harap saya sudah punya jawaban dari hasil pencarian jati diri saya lewat traveling. Semoga juga saya masih bisa traveling dengan pasangan, dan keluarga saya, tapi itu masih perkara nanti.

Saya banyak-banyak bersyukur atas kesempatan bepergian sampai detik ini yang mungkin tidak didapat orang lain. Saya bersyukur bisa menjadi saya, meski juga banyak orang lain yang lebih beruntung dari saya. 

Saya traveling karena saya ingin. 

Kalian?

image

Leave a Reply