Jangan remehkan tempat yang dekat.

Traveling bukan hanya perkara destinasi, meskipun tetap kita harus punya tujuan yang fokus sehingga menuntun kita untuk mencari all about how to get there. Tapi perjalanan adalah bagian terpenting dari traveling pieces itu sendiri. Dimana semua proses (harusnya) kita nikmati sebagai pejalan, alias si pelaku perjalanan.

Siapa yang belum pernah melewati daerah Puncak? Warga Jakarta dan sekitarnya yang akan menyambangi Jawa Barat dan sekitarnya, atau mungkin sebaliknya pasti tidak asing dengan kawasan ini. 

Foto-foto ini saya ambil di Jalan Raya Puncak, Jawa Barat, dan sekitarnya saat perjalanan pulang dari Sukabumi menuju Jakarta (4 Agustus 2013) kemarin. Menggunakan kamera dari ponsel (iPhone) tanpa blitz, dan tanpa diedit, dan diambil dari dalam mobil yang melaju, saya cukup terpana dan merasa “kangen juga sama Puncak” setelah sudah cukup lama tidak melintasinya.

Sore hari di puncak dengan kondisi cuaca cerah, jelas sangat indah. Puncak memanjakan mata kita dengan warna-warna apik matahari terbenam yang mengintip di balik awannya yang masih gemuk-gemuk, lalu memerah muda dan tenggelam di antara perbukitan kebun teh dan wajah kota di bawahnya yang seperti miniatur. Udara dinginnya tentu tidak bisa kita nikmati di Jakarta setiap hari, juga berbagai objek wisata yang familiar, tapi belum tentu pernah kita coba di sana, seperti late afternoon tea walk atau sunset paragliding.

I’m goin’ to try them. Wanna join? *wink

Traveler note:

Berencana mencoba ini sekitar bulan depan. Ada yang tertarik?

https://www.valadoo.com/product/jawa-barat/sky-limit-paragliding-bagaikan-burung-di-bukit-paragliding-puncak

Leave a Reply