Short trip to the sky

Menyelam ke dasar laut yang cantik, mendaki gunung yang indah, dan menikmati hangatnya pantai Indonesia yang ciamik, apa yang kurang? Sudah pernah terbang?

Halo. Ini sebenarnya kegiatan beberapa bulan lalu yang post-nya terpending karena satu dan lain hal. Tapi bagi yang sudah merasa saya janjikan, here is… saya tepati! Hihihi~

Selamat mencoba terbang, bagi yang terdekat dari Jakarta-Bandung adalah Bukit Paralayang di Puncak, Jawa Barat. Tapi saya (masih)penasaran dengan Parangtritis atau Bali, untuk merasakan sensasi terbang di atas lautan. Well, we’ll see!

Anyway, terima kasih untuk foto-foto ciamik dalam artikel pada tautan di bawah, taken by Aji Budi Laksana (merangkap teman nyupir juga saat ke sana ;p), dan terwujudnya artikel all about paralayang buat pemula hasil gerecokin Maulana Kidangjati yang mau berbaik hati berbagi pengalaman. Terima kasiiih, selamat menikmati!

—————————

Bukit Paralayang: Short Trip to The Sky

Ingin merasakan sensasi melayang di atas bukit, pepohonan, kebun teh dan view kota yang nampak seperti miniatur? Ayo terbang!

Sering bolak balik Jakarta-bandung lewat Puncak dan melihat view ciamik seperti bukit, pepohonan, kebun teh dan view kota yang nampak seperti miniatur? Rasakan sensasi berbeda dengan menikmati view tersebut dari ketinggian, alias dengan terbang! 

Paralayang bisa menjawabnya. Olahraga satu ini bukan hanya bisa dinikmati oleh para atletnya saja, atau orang yang berkemampuan khusus untuk bisa ‘terbang’ dengan parasut di punggungnya. Paralayang bisa kita nikmati dengan mudah, baik untuk terbang solo, maupun yang paling sering dijadikan objek wisata adalah terbang tandem.

Untuk warga Jakarta, kita bisa merasakan sensasi terbang dengan paralayang ini di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat. Tempat yang biasa disebut Bukit Gantole atau Bukit Paralayang ini berlokasi strategis dan mudah ditemukan. Letaknya tidak jauh dari Masji At-Ta’awun atau sekitar 700 meter melewati Masjid dan gerbang masuknya berada di sebelah kanan jalan, jika dari arah Jakarta.

Tidak perlu khawatir untuk harus menanjak atau mendaki bukit yang tinggi, karena dari gerbang masuk area ini masih bisa dilewati kendaraan bermotor baik motor maupun mobil, bahkan mobil berjenis city car. Parkiran yang tersedia cukup layak untuk menampung mobil tamu, dan kita hanya tinggal menaiki tangga yang aman untuk mencapai area terbang.

Kita bisa langsung mendaftar di meja pendaftaran dan petugas akan mencatat data dan melakukan transaksi pembayaran, yaitu Rp300.000/orang untuk lama terbang sekitar 15 menit. berat badan yang sesuai adalah minimal 40kg dan maksimal 90kg. Untuk anak kecil, bisa bersama dengan orang tuanya, sehingga menjadi tandem bertiga dengan pilot. Setelah terbang dan merasakan sensasi melihat view Puncak dari ketinggian, kita akan mendarat di area mendarat dan dijemput mobil (berupa angkot kecil) untuk dibawa kembali lagi ke area Bukit Paralayang.

Best moment untuk mencoba paralayang dan befoto adalah pagi hari, dimulai dari jam 9 pagi. Namun, jika ingin merasakan angin yang stabil dan waktu terbang yang lebih lama cobalah waktu siang hari yang panas. Objek wisata ini akan tutup pada pukul 5 sore, tapi semua tergantung keadaan cuaca dan angin di lokasi. Karena penerbangan juga sangat bergantung pada angin yang mengembangkan parasut berukuran 12 meter untuk dua penumpang (pilot dan pengunjung) tersebut.

Area terbang dari Bukit Paralayang ini sendiri sepertinya merupakan tempat umum, sehingga siapapun bisa masuk walaupun hanya sekadar untuk menikmati view dari atas puncak, melihat parasut besar warna-warni dan berfoto ria. Uniknya lagi, yang terus memenuhi tempat ini adalah turis dari Arab yang bisa sampai 75% datang dalam sehari. 

Jika sudah siap mencoba, sebaiknya siapkan nyali dan outfit yang paling nyaman. Tidak ada ketentuan khusus yang  diinfokan pada pengunjung oleh para petugas di sana. Setelah mendaftar dan membayar, kita akan dibantu menggunakan harnnes dan helm, dan jika sudah siap baik pilot dan areanya, kita akan langsung diajak terbang. Pilot atau petugas di sini memang kurang memberi arahan tentang posisi kita saat akan terbang, selama terbang, dan saat mendarat nanti.

Pastikan saja untuk tidak panik, ikut berlari saat akan terbang dan jangan duduk sebelum diperintahkan oleh pilot. Tidak ada larangan berfoto, jadi berhati-hatilah dengan alat perekam atau kamera yang dibawa terbang karena menjadi tanggung jawab sendiri. Saat akan terbang, biasnaya ada penjual jasa foto yang bisa kita minta memotret kita dan mencetaknya dalam ukuran 10R seharag Rp35.000/lembar. 

Pada area Bukit Paralayang terdapat fasilitas yang mumpuni seperti toilet, musolah, warung makanan dan oleh-oleh dan juga wifi. Pada area ini terdapat lima sekolah terbang untuk belajar jika berminat untuk melakukan terbang solo dan memiliki parasut sendiri yang harganya bisa mencapai Rp30 juta. Untuk booking dan info lebih lanjut bisa menghubungi 081808174609 dengan nama petugas Dede.

So, are you ready to fly? Keep up your smart traveling*!

Traveler notes:

Kenalan dengan Paralayang Indonesia

Tulisan ini sebenarnya sudah terbit di urbanesia.com November 2013, tapi karena sedang dalam perbaikan situs Urbanesia tidak bisa diakses, sedangkan banyak tulisan saya yang tertaut ke sana. Jadi, akan saya post ulang lagi pada travelmulu.com. Enjoy!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply