I’m not a food traveler, but I like to eat 😀

“Pantai dan tempat beli pernak-pernik khas sini, dimana ya?”

Hal itulah yang biasa saya tanyakan jika bertandang ke tempat baru (kota atau daerah lain) yang saya kunjungi saat traveling.

Teringat saat di Makassar saya sangat penasaran dengan Pantai Losari, maka saat pertama mendarat dan rombongan saya memikirkan perut lalu melipir ke resto seafood terkenal, saya nekad berjalan sendirian berbekal tanya, “Pantai Losari sebelah mana, ya?”

Kecewa, karena ternyata Losari itu bukan pantai berpasir, tapi hanya dermaga yang menyentuh air lautnya saja saya tidak bisa. Tapi Somba Opu, tempat belanja oleh-oleh khas Sulawesi dan Makassar menjadi tempat belanja favorit saya selain Sukowati, Bali dan Malioboro, Jogja.

Itulah saya, tidak begitu memikirkan perut saat sedang traveling, tapi sebenarnya tetap sadar kalau makan & minum itu penting. Maka saya tidak tumbuh sebagai pencari kuliner khas di suatu daerah, tapi lebih ke objek wisata, baik itu alam, religi, kebudayaan dan masyarakatnya.

Saya memang bukan pemakan segala. Saya BELUM suka semua jenis sayur, saya tidak makan sambal ulek, hanya sambal botol itupun dengan merk tertentu, saya tidak makan ekstrem menu seperti daging-daging hewan liar atau yang aneh-aneh, bahkan kambingpun, saya juga tidak suka makanan mahal yang bayar sendiri! HAHAHA.

Pantas saja jika saya sampai saat ini hanya tau citarasa makanan berupa komentar: enak, enak banget, dan tidak enak atau tidak suka.

Bergabung dengan Urbanesia setahun ini sukses membuat saya ‘terlihat’ seperti food traveler. Saya mencicipi aneka makanan (tentunya dengan kepentingan peliputan) dari berbagai daerah di Indonesia dan negara di dunia, lewat resto dan kafe yang tersebar di Jakarta, atau kalau saya traveling saya pun jadi melipir mencicipi kuliner setempat untuk oleh-oleh tulisan.

Makan itu enak, apalagi gratis. Hihihi. This job brings me to LIKE TO EAT, and learn to express my experience(s) beyond eat, ingredients, crowd, venue, chef, owner, and the food itself.

Saya juga jadi sering upload foto di Instagram dengan tema foodporn, beberapa bisa di cek di sini:

http://travelmulu.com/post/53262772596/food-traveler-in-case-how-about-being-a-food#tumblr_notes

Dan link di bawah ini salah satunya, hasil liputan tentang Roti Gempol di Bandung yang saya temui akhir tahun lalu. Silahkan mencicipinya lebih dahulu lewat tulisan saya ya. Yummy! (menulis ini sambil memeluk timbangan dan kertas weekly workout dari guru olahraga saya biar tetap sehat!)

Traveler’s note:

https://www.urbanesia.com/urbansnote/p/roti-gempol-bergerumul-dengan-roti-legenda

http://travelmulu.com/search/food

Baca juga tentang Bandung:

https://www.urbanesia.com/urbansnote/p/5-alasan-kembali-ke-braga

http://travelmulu.com/post/66163077969/short-trip-to-the-star-pagi-itu-kami-berangkat#tumblr_notes

Leave a Reply