Family traveler story: 26 countries, 25 provinces, and still counting!

image

Wayag, Raja Ampat, 3 November 2013

Cerita traveling tidak melulu soal destinasi. Bertemu banyak hal baru, dari seni budaya, kuliner, adat istiadat dan kebiasaan warga setempat, dan tentunya sesama pejalan dalam satu rombongan. Kesempatan ikut berpartisipasi dalam Explore Indonesia ke Ujung Kulon dan Jawa Timur bersama Teh Kotak, Majalah Panorama dan Get Lost kemarin mempertemukan saya dengan sebuah keluarga dengan enam personel yang sangat kompak. Hobi mereka bikin saya kagum sekaligus iri-iri-berharap bisa seperti mereka saat berkeluarga nanti: traveling!

image

Gunung Bromo, 17 Agustus 2014

Keluarga Pak Anas Lutfi ini memang selalu sukses jadi pusat perhatian setiap mereka ikut dalam suatu trip. Bagaimana tidak, keluarga yang terdiri dari sepasang orang tua ramah, dan empat (iya empat!) putri cantik mereka ini selalu terlihat kompak mengikuti rangkaian suatu perjalanan. Nampak mereka selalu menikmati tiap kegiatan dan keindahan alam yang ternyata sudah jadi hobi kebanggaan mereka yang ditanamkan sejak mereka kecil oleh sang orangtua, yaitu traveling bersama keluarga.

image

Air terjun Coban Rondo, Malang, 16 Agustus 2014

Berikut ini obrolan saya dengan salah satu putri dari keluarga Pak Anas, Nurul Idzni Lutfiputri, atau akrab dipanggil Nurul. Mahasiswi Universitas Indonesia ini punya jawaban-jawaban seru dan penuh makna saat ditanya seputar kegiatan dan kesan travelingnya bersama keluarga sejak kecil sampai di usia remajanya kini. Here we go!

Hai Nurul! Keluarga kamu identik dengan traveling, bagaimana perasaan kamu jika disebut sebagai keluarga traveler? 

Waaah keluargaku memang suka traveling dan aku yakin ada keluarga lain yang lebih ‘family traveler’ lagi. Jadi kalau dibilang bangga, bukan bangga akan berapa tempat yang dikunjungi, tapi bangga akan kekompakan saat jalan-jalan itu sendiri.

image

San Francisco, 5 Agustus 2014

Sejak usia berapa kamu sudah diajak traveling oleh keluarga? Kemana seingat kamu perjalanan pertama kamu dgn keluargamu? 

Sejak aku masih bayi, orangtua suka mengajak jalan-jalan. Untuk perjalanan pertama, aku sejujurnya nggak ingat. Tapi kemungkinan seputaran daerah di Jawa.

Kamu pribadi, suka traveling nggak? Atau ada hobi lain yang sebenarnya juga kamu geluti?

Secara pribadi aku suka traveling. Apalagi kalau ke daerah pantai. Namun selain traveling, aku juga suka balet, berkuda & melukis. 

image

Pulau Komodo, 5 Januari 2013

Apa makna traveling untuk seorang Nurul yang masih remaja, mahasiswa, dan seorang perempuan?

Menurutku traveling itu ibarat lomba lari sama waktu hehe. Ada banyak tempat luar biasa di dunia ini sementara waktu untuk menjelajahinya itu nggak banyak. Jadi selagi bisa, masih punya fisik sehat dan waktu yang fleksibel, sempat-sempatin pergi ke mana aja, walaupun mungkin cuma jarak dekat.

Selain itu, traveling juga merupakan refreshing dari kegiatan sehari-hari. Kalau daerah yang dikunjungi susah sinyal, justru aku lebih suka karena akhirnya benar-benar escape dari kesibukan dan fokus sama keindahan alam yang lagi dikunjungi.

Destinasi mana yang paling berkesan dan bisa ceritakan sedikit tentang momen itu?

Destinasi favoritku itu Bali. Pantainya cantik, iklimnya tropis (aku nggak begitu kuat dingin), banyak atraksi yang ditawarkan, masyarakatnya ramah, dan budayanya kuat. Bali itu homey.

Kalau paling berkesan, pas mengunjungi Palestina. Selama ini cuma mendengar lewat berita saja tentang kondisi di sana. Jadi waktu di sana, benar-benar perngalaman; mau ke masjid aja harus lewat penjagaan tentara Israel bersenjata yang ngecek dokumen kita dulu.

Bandingkan sama di Indonesia yang mau ke masjid bebas merdeka. Tapi berbanding terbalik dengan kesan ‘keras’ tentara, di sana turis Muslim, Kristen dan Yahudi itu damai lho, dan akur-akur aja setiap hari jalan menuju tempat ibadah masing-masing dan bahkan saling mengunjungi tempat ibadah umat lainnya.

image

Dome of the Rock, Palestina, 25 Agustus 2012

Bagaimana kamu melihat sosok orangtua kamu yang sering membawa anak-anaknya traveling?

Kagum! Soalnya nggak semua orangtua mau bawa anak-anaknya traveling bareng. Apalagi kalau anak-anaknya masih pada kecil, pada takut ngerepotin dan anaknya kecapean. 

Padahal kalau menurutku, anak itu justru harus sering diajak jalan supaya pengetahuan dan pengalamannya luas, fisiknya kuat, nggak jadi orang yang bawaannya ‘ribet’, dan buat refreshing.

Kadang orangtua suka beranggapan sayang bawa anak-anak yang masih kecil jalan karena nanti pada akhirnya bakal lupa. Kalau menurut orangtuaku, memang bisa jadi si anak lupa, tapi saat ia diajak jalan, ia akan merasa senang dan perasaan senang itulah yang berharga dan nggak mudah dilupakan. Lagipula kalau nunggu anak besar buat jalan, belum tentu fisik atau kondisi orangtuanya memadai pas si anak besar nanti.

image

Venesia, 6 Juli 2012

Sudah berapa negara dan kota yang kamu kunjungi sampai usia sekarang?

26 negara, termasuk 25 provinsi di indonesia. 

Mana destinasi yang paling kamu ingin kunjungi dan belum kesampaian?

Maldives. Belum kesampaian karena jadwal liburannya udah keisi buat pergi ke tempat lain, hehe.

Bagaimana tanggapan teman-teman tentang hobi keluarga kamu ini?

Teman-teman cuma geleng-geleng kepala aja sih soalnya kayak baru kali ini ketemu orang yang tiap minggu ngilang ke tempat baru.

Ada pesan khusus yang kamu ingin sampaikan lewat traveling untuk remaja seperti kamu?

Mumpung masih muda, masih sehat, masih punya banyak waktu, yuk sempat-sempatin pergi ke mana-mana. Soal dana dan kalau takut ribet, sekarang udah banyak banget agen travel murah atau komunitas yang provide paket-paket liburan murah, yang itungannya lebih murah daripada kalau backpackingan.

Oh, iya terakhir, bagaimana kesan kamu traveling bareng Teh Kotak dalam dua kali trip Explore Indonesia?

Fun! Baru kali ini traveling yang ada kegiatan seperti ini. Kalau aku sekeluarga sih seneng, soalnya kan, nggak setiap hari bisa menanam pohon, juga jadi tahu jenis-jenis pohon yang ditanam. Jadi berasa travelingnya ada tujuannya. Adain terus ya Teh Kotak!

image

Malang, 16 Agustus 2014. Foto oleh Anton Chandra

Itu dia obrolan dengan Nurul dari traveler family asli Indonesia! Hehe. Menginspirasi sekali, dan semoga keberlangsungan perjalanan keluarga mereka bisa terus berjalan dan dicontoh banyak orang untuk tetap melakukan smart traveling* ya!

Traveler’s bote:
Baca juga cerita perjalanan Explore Indonesia lainnya:

Makin Dekat dengan Alam di Ujung Kulon

Menjelajah Alam, Budaya, dan Sejarah Jawa Timur

Dan perjalanan saya bersama Teh Kotak dalam program #ThanksToNature lainnya:

Sebuah Geowisata, Beragam Cerita

Foto-foto: Dokumentasi Keluarga Pak Anas.

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply