8 Cara Menikmati Melaka dalam 1 Hari

Kota bersejarah dan warisan dunia oleh UNESCO ini jadi salah satu tujuan traveling saya September kemarin. Dengan rute Singapura – Melaka – Kuala Lumpur, akhirnya saya menyambangi kota mungil ini hanya dalam beberapa jam saja di siang sampai sore hari. Berikut ini ulasan singkatnya dalam rekomen kegiatan yang bisa dilakukan di Melaka dalam satu hari.

1. Jalan-jalan di kota tua

Sebenarnya Melaka juga tidak bisa disebut kota yang mungil sekali, karena jarak tempuh dari tempat yang satau ke lainnya cukup jauh dan disarankan menggunakan kendaraan bermotor, seperti kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti bus. Tapi jika sudah berada di satu area objek wisata seperti Red Square, pengunjung bisa menikmati berjalan-jalan dengan jalan kaki. Pemandangan yang didapat adalah banyaknya bangunan seperi di kota tua. Areanya termasuk bersih dan rapi, ada pohon-pohon rindang tapi cuacanya (matahari yang terik dan angin kering) masih mirip dengan Indonesia dan Singapura.

2. Belajar sejarah & budaya di Red Square

Di kawasan yang bisa ditempuh dengan bus dari Melaka Sentral ini terdapat banyak bangunan berwarna merah menyala. Maka tidak heran disebut sebagai Red Square. Bangunan paling terkenalnya adalah Christ Church, gereja Protestan tertua di Malaysia yang juga merupakan gereja Belanda tertua yang letaknya di luar benua Eropa. Ada taman bunga warna-warni, bangunan jam tua, air mancur klasik, kincir angin ala Belanda, juga Pusat turis yang diatasnya terdapat musolah. 

3. Ngintip 55 museum di Melaka

Jika sempat mampir, coba saja masuki beberapa dari 55 museum yang ada di kota ini. Kebetulan saya mengetahui info ini saat bertemu mahasiswa yang sedang melakukan survey untuk tugas kampusnya dan sedikit bercerita tentang Wax Museum yang akan dibuka menambah deretan banyaknya museum di kota mereka tersebut.

4. Melihat Melaka dari ketinggian

Area Red Square, Christ Church, kota tua, riverside Melaka, dan Jonker Street ini berada seperti dalam satu area lingkaran. Jadi bisa diakses secara berurutan, sambil berkeliling untuk berfoto dengan jalan kaki. Temukan juga area museum yang berada seperti di atas bukit dimana pengunjung bisa melihat kota Melaka dari tempat yang lebih tinggi.

5. Makan halal di Jonker88

Setelah puas berkeliling, jangan lupa isi perut dengan menyantap makanan di resto sepanjang Jonker Street. Saya mendapat rekomendasi resto halal dari penjaga toko souvenir, yaotu Jonker88 yang menjual makanan khas melayu, seperti Nasi Lemak, Laksa, dan Cendolnya yang terkenal. Harganya tidak mahal, kisaran RM5-8 untuk makanan, dan Es Cendol seharag kisaran RM2-4. Tampilan resto dari luar sampai dalam memang seperti Chinese food resto, tapi sepertinya sudah terkenal sebagai makanan halal di Melaka.

6. Nyemil Es krim di kafe dingin

Karena cuaca sedang panas, saya sangat suka menikmati kegiatan satu ini di Melaka: makan es krim di salah satu kafe mungil bernama Ochado. Sebenarnya ini kafe minuman blended tea, tapi saya lebih tertarik dengan gambar ice cream cone di depan outletnya hanya seharga RM2.5. Tempatnya dingin dan nyaman, cocok untuk melepas lelah atau dessert setalah makan siang.

7. Belanja di Toko-toko lucu Jonker Street

Jangan lupa beli souvenir khas Melaka atau Malaysia di sepanjang Jonker Street. Ada aneka gantungan kunci, hiasan rumah, pakaian, sandal, topi, yang semuanya bisa ditemukan di dalam toko-toko yang berjejer dengan dekorasi unik dan lucu. Seperti Orang UtanHouse dan Jonker Gallery. Kisaran harga oleh-oleh dimulai dari RM1.

8. Bersantai di riverside Melaka

Terakhir adalah menghabiskan waktu di riverside Melaka. Tapi saya rekomen untuk ke area ini jika sudah menjelang sore hari, karena siang hari sangat panas. Ada kincir air besar, dan dermaga kayu dengan view tepi sungai dan tempat makan yang jika sore ke malam hari terlihat lebih menarik.

Selamat menikmati Melaka! Cerita saya selanjutnya adalah tentang perjalanan tiga hari ke Singpura – Melaka – Kuala Lumpur dengan satu ransel. Keep scrolling, smart traveler*!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply