Kepulauan Derawan: Serpihan Surga di Indonesia

image

Saya belum pernah melihat surga, begitu juga dengan kamu. Tapi jauh dari yang kita bayangkan, Indonesia menyimpan banyak kejutan.

Saya ingat betul, dua tahun lalu ‘menemukan’ kata Derawan di situs pencarian online setelah sebelumnya jatuh cinta dengan mimpi berenang dengan ubur-ubur di sebuah danau indah bernama Kakaban, Kalimantan. Mimpi, bukan sekadar mimpi jika kita percaya. Percaya kalau suatu saat pasti bisa terwujud dengan usaha dan doa untuk meraihnya.

Bulan terakhir di tahun ini, saya mendapat kesempatan mengintip lagi kekayaan Indonesia yang tidak ada habisnya. Saya dan siapapun yang merasa muda, masih punya energi dan keingintahuan yang besar, seharusnya masih produktif untuk menikmati Indonesia dan menyebarkan kabar baik ini ke seluruh penjuru dunia lewat beragam media.

Bandar udara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara adalah pintu masuk rombongan kami, yang terdiri dari saya dan tim Teh Kotak, majalah Get Lost dan Panorama sebagai pihak penyelenggara Explore Indonesia, juga para peserta trip ini yang antusias meski harus diterbangkan dari Jakarta selama sekitar dua setengah jam dengan perbedaan waktu lebih lama satu jam karena memasuki WITA (Waktu Indonesia bagian Tengah).

Terdapat dua pilihan pintu masuk ke Derawan, melalui Tarakan di Kalimantan Utara kemudian menyebrang dengan speed boat lagi selama tiga jam ke Kalimantan Timur, atau melalui Kota Berau dengan bandar udara Kalimarau.

image

Foto: Ananda Rasulia 

Melihat tanah Borneo dari atas pesawat cukup membuat hati saya tersayat. Pikiran saya menerawang ke empat tahun silam ketika mengunjungi Balikpapan dan menelusur Bukit Soeharto ke Samarinda, kemudian menyebrangi sungai terluas di Indonesia, Mahakam.

Tanah salah satu paru-paru dunia ini begitu tandus, berpola-pola gundul dan gersang, dan makin lama makin menyedihkan. Tidak lagi saya lihat hutan yang terlihat seperti brokoli gemuk-gemuk yang hijau. Kalimantan makin sakit, dan itu harusnya mengkhawatirkan siapapun yang melihatnya sekarang.

imageimage

Foto: Ananda Rasulia 

Perjalanan jauh dengan medan sulit selalu menjanjikan kejutan indah di akhirnya. Benar saja, setelah pasrah diterjang ombak besar-besar selama tiga jam dari Pelabuhan Tarakan menuju gerbang masuk Kepulauan Derawan, kami mendapati hamparan laut tenang berwarna biru pekat, awan seputih kapas dan sinar matahari yang menyengat, sukses menyajkan pemandangan lautan terlihat seperti kristal yang berkilauan. 

imageimage

Foto: Ananda Rasulia 

Kepulauan Derawan terdiri dari beberapa pulau kecil di sekitarnya, banyak yang menganggapnya seperti Kepulauan Seribu di Jakarta Utara, namun jangan coba-coba membandingkannya sebelum menikmatinya selama empat hari tiga malam seperti yang kami lakukan pada trip ini.

imageimageimageimage

Foto: Ananda Rasulia 

Pulau-pulau lainnya dalam itinerary kami adalah yang sudah populer menjadi objek wisata, yaitu Pulau Kakaban, Pulau Maratua, Pulau Sangalaki, dan Pulau Derawan itu sendiri yang menjadi meeting point dan tempat kami menginap.

imageimage

Foto: Ananda Rasulia 

Kami menginap di resort yang berdiri langsung di atas air, menjanjikan view yang tidak biasa bagi warga kota, langsung dari depan pintu kamar. Dermaga kayu, kapal lalu lalang, dan perairan bening dimana ikan-ikan bisa terlihat berenang hanya dengan menatapnya dari atas dengan mata telanjang. Tidak heran semenjak memasuki kawasan Kepulauan Derawan ini saya sudah bergumam, “ini surga ya?”.

image

Foto: Ananda Rasulia 

Traveler’s note: Tulisan ini dibuat setelah saya mengikuti perjalanan Explore Indonesia ke Derawan 11-14 Desember 2014 dan terbagi menjadi empat bagian tulisan. Happy smart traveling*!

Read also:

Kepulauan Derawan: Beach Cleanup for Care

Kepulauan Derawan: 5 Kejutan di Pulau Kakaban!

Kepulauan Derawan: Seperti Mimpi di Sangalaki

Menikmati Manisnya Pulau Seram

Menjelajah Sisi Lain Yogyakarta

Kepulauan Derawan: Serpihan Surga di Indonesia

Makin Dekat Dengan Alam di Ujung Kulon

Menjelajah Alam Budaya Jawa Timur

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply