Sebulan Pertama di Bali: Edisi Makan!

image

Halo! Sharing kali ini saya tulis khusus buat teman-teman di Jakarta yang ‘nitip’  info liburan selama saya menetap di Bali. ENJOY YOU GUYS!

Buat saya, di Bali nggak ada yang pasti. Itulah kesan awal di bulan pertama saya bekerja dan tinggal di Bali, sejak 2 Desember 2014 lalu. Soalnya sejak saya datang, saya tidak pernah punya rencana pasti setiap harinya akan pergi kemana, bertemu dengan siapa, dan kerja dengan pemandangan seperti apa di depan mata saya. FYI, saya sekarang bekerja sebagai Senior Social Media Officer di sebuah digital agency, yang sebenarnya dibangun oleh orang Jakarta, dan punya kantor dan klien-klien yang mostly restaurant/tempat makan/tempat nongkrong di Bali. 

Jadiiilah saya sering juga ‘nyangkut’ di berbagai tempat lucu, cozy dan kece seputaran Bali, baik dalam rangka meeting dengan client, temu komunitas blogger, atau sekadar mencari inspirasi nulis dan nyari makan siang maupun malam (maklum anak kosan :’p)!

Maka inilah beberapa tempat makan, nongkrong, dan menghabiskan waktu di BALI, hasil jelajah saya sebulan ini. 

Seaside Restaurant, Sanur

image

image

image

Saya bekerja dan tinggal di daerah Sanur, Denpasar, dekat sekali dengan pantai Sanur yang terkenal dengan matahari terbitnya (tapi sampai saat ini saya belum sunrise-an di Sanur, nih :’D). Resto yang seharafiah namanya ini, memang benar-benar ada di tepi pantai. Satu hal yang berbekas untuk saya dari resto ini adalah view depannya yang menghadap langsung ke Nusa Penida dan di sisi baratnya bisa terlihat Gunung Agung jika cuaca mendukung. Datang siang ke sore hari, kita bisa menikmati kapal-kapal yang melaut tenang di pantai Sanur dan awan dan langit indah jika hari cerah. Oh iya, selain terkenal dengan sunrise, kita juga bisa menikmati bulan purnama yang super besar tepat dari depan resto ini. 

Kisaran harga: IDR15K – di atas 90K

Notes: WiFi, tidak ada colokan di outdoor, tidak ada AC tapi angin sepoi-sepoi pinggir pantai!

Seniman Coffee Studio, Ubud

image

image

image

Bisa dibilang ini adalah tempat ngopi(atau sebenarnya saya pecinta cokelat) favorit saya di Indonesia, setelah That’s Life Coffee di Jakarta. Tepatnya di Jalan Sriwedari, Ubud, tempat ngopi ini mungil, dipenuhi turis asing, dan punya menu yang enak dan harga terjangkau. Penyajian pesanan kita juga akan sangat unik, yaitu tempat gelas panjang sperti dari besi yang berisi menu pesanan kita, satu gelas air putih, dan cemilan lokal, seperti sepotong kecil kue pisang. Ternyata banyak juga teman-teman di Jakarta yang menjadikan Seniman sebagai tempat kesukaan ngopi di Bali, dan yang paling berkesan adalah bangku plastiknya yang dijadikan kursi goyang unik. Favorit saya ke sini adalah naik sepeda dari kosan teman saya yang juga berada di jalan nan tenang bernama Sriwedari ini. Segaaar!

Kisaran harga: IDR 25K – di atas 50K

Notes: WiFi, colokan banyak, tidak ada AC, tapi Ubud itu sejuk-sejuk adem!

Helo Cafe by Bapak Bakery, Denpasar

image

image

image

Ini dia cafe yang didukung penuh sang brand roti paling sepuh di Bali, Bapak Bakery. Hehe… Karena sepertinya semua orang sudah tahu kualitas rasa bakery dan pastry-nya, rasanya bertandang ke Helo Cafe untuk menikmati sepotong roti hangat favorit dan mencoba minuman-minuman serunya jadi ide bagus saat puas panas-panasan di daerah Denpasar. Cafenya mungil, minimalis, dengan sofa-sofa empuk dan bantal warna-warni yang bikin betah lama-lama, dan yang paling berkesan buat saya adalah keramahan sang owner dan para pekerja di sana, yang celotehannya lucu-lucu bikin kangen! *cieeee*

Kisaran harga: IDR 25K – 35K

Notes: WiFi, colokan banyak, AC dingin 🙂

Whale & Co, Seminyak

image

image

image

Sempat terpikir Fish & Co, tapi ternyata begitu masuk cafenya yang mungil tapi tidak terlihat sempit sama sekali, langsung berubah pikiran ‘Ah, this is more cute!’. Datang pagi hari untuk meeting, dan langsung disambut free flow infused water lemon dingin yang segar banget! Saya pesan breakfast yang penyajianya super besar, ada telur, roti gandum, kentang iris tipis, sosis, juga sayur mayur yang fresh. Di sini juga jadi tempat ngopi favorit banyak orang lho, dan jika beruntung bisa bertemu anak-anak muda kreatif Bali lainnya yang keren-keren kayak dekorasi kafenya! Hehe… 

Kisaran harga: 30K – di atas 50K

Notes: WiFi, colokan, AC dingin 🙂

Hubud: Coworking Space, Ubud

image

image

image

Ini sih bukan tempat makan dan minum (aja!), tapi ini tempat buat ngapain aja!!! Yap, kalau di Jakarta kita sudah kenalan dengan COMMA, ternyata tempat-tempat kerja-tapi-bukan-kantor seperti ini sudah menjamur di kota-kota besar lainnya di Indonesia, salah satunya di Bali ini! Tempat yang cukup sering saya sambangi sebulan ini, karena kebetulan ada teman yang bekerja di sana, dan akhirnya kenal dengan teman-teman lainnya juga di sana! FUN! Hubud, area yang terdapat villa dan bangunan utama sebagai coworking space dua lantai yang semua materi bangunannya adalah bambu ini didesain sangat nyaman dan super keren. Lokasinya yang strategis, di Monkey Forest Road, seberang persis objek wisata Monkey Forest, Hubud sering dipenuhi warga negara asing yang sudah menjadi member dan dengan fasilitas yang didapat dengan menjadi anggota, mereka bisa melakukan ‘apa saja’ di Hubud! Fasilitas seperti internet, space untuk bekerja  seperti meja, kursi, bantal-bantal besar nyaman, ruang rapat, ruang diskusi, ruang video chat/skype, food store, dapur untuk membuat minuman hangat (free), kamar mandi yang bersih, daaaan area bekerja menghadap sawah hijau di Ubud yang jadi andalan tempat ini. HARUS BANGET KE SINI HEY KALIAN PEKERJA KREATIF TANAH AIR!

Kisaran harga: untuk jadi member sekitar $20 paling murah

Notes: untuk tamu/trial ada free WiFi 2jam yang akan diberi para Host, colokan banyak, kipas angin dan udara dingin Ubud!

Taman Baca Kesiman, Denpasar

image

image

image

Area perkebunan sayur mayur yang subur, dimana di tengahnya berdiri rumah yang terdapat cafe dan ruang baca lengkap dengan buku-buku yang bisa dipinjam, tapi tidak boleh dibawa pulang. Di tempat asri ini sering diadakan kumpul komunitas, para pencetus movement, atau muda mudi kreatif Bali yang sekadar berkumpul, berbincang dan bertukar pikiran, secara tempatnya memang fresh banget! Sering juga diadakan gigs, pemutaran film indie, workshop dan acara-acara kreatif lainnya, yang biasanya Free entry!

Kisaran harga: untuk pinjam buku dan space, free. Untuk cafe sekitar IDR15K – di bawah 50K

Notes: tidak ada WiFi, ada colokan, ruang baca ada AC dan outdoornya angin sepoi-sepoi

Prego, The Westin Resort, Nusa Dua

image

image

image

Menyenangkan sekali bisa menikmati brunch di tempat yang cocok buat family ini! Areanya luas dan tersedia mainan, juga kelas memasak untuk anak-anak. Resto yang menyediakan aneka menu andalan, yang juga dikreasikan chef andal ini bertempat di resort mewah The Westin di Nusa Dua! Karena saat itu saya mendapat undangan bersama para food blogger lainnya di Bali, kami benar-benar dijamu oleh tuan rumah dan bisa mencicipi semua hidangan sepuasnya saat brunch time. Dengan tagline bukan hanya fine dining, tapi fun dining, makan di Prego memang benar-benar membawa pulang rasa senang! I love their gelato and all of their sweet things! :))

Kisaran harga: di atas 50K

Notes: WiFi, area yang luas, dan tentunya AC 🙂

Grand Puncak Sari, Kintamani

image

Nah, kalau ini sebenarnya termasuk kedatangan pertama yang gagal, maka berniat akan kembali lagi di waktu yang tepat! Banyak resto di Kintamani yang menawarkan sensasi makan dengan view menghadap Gunung Batur yang sangat epic! Sayangnya, saya datang terlalu sore dan di musim hujan pula! Jadilah kabut tebal putih menyelimutii area Kintamani yang super dingin. Saya hanya memesan kopi Bali dan tidak makan yang biasanya berupa all you can eat atau prasmanan. Datang di siang hari dan di musim panas yang cerah, agar pemandangannya memuaskan ya 🙂

Kisaran harga: all you can eat sekitar IDR120.000

Notes: tidak ada WiFi, area yang luas, dan tentunya tanpa AC karena sudah dingin! 🙂

That’s all tempat-tempat asik yang saya datangi satu bulan ini dari awal Desember 2014 sampai awal Januari 2015. Tunggu Sebulan Pertama di Bali: Edisi lainnya yaaa! (Matur suksma sebelumnya, jika mau menunggu dengan sabar! Hehe…). Enjoy your smart traveling*!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply