Kepulauan Derawan: 5 Kejutan di Pulau Kakaban!

Pulau menyerupai cincin ini menyimpan banyak kejutan di dalamnya. Berenang dengan Jellyfish adalah salah satu mimpi yang mungkin jadi nyata ๐Ÿ™‚

Dua tahun lalu saya ‘menemukan’ gambar jellysifh berwarna jingga agak kebening-beningan, berenang di sebuah danau yang dipenuhi air jernih berwarna hijau dan tosca. Jellyfish itu bahkan bisa dilihat dari atas dermaga, berenang cantik bersama hewan indah lainnya terlihat dari permukaan danau eksotik yang ternyata bernama Kakaban.

Fakta yang kemudian saya baca berhasil mengejutkan saya bahwa tempat yang seperti surga tersembunyi ini ada di Kalimantan, Indonesia. Pikiran saya lalu menerawang, menjadikannya salah satu destinasi impian yang ternyata menjadi kenyataan dua tahun setelahnya, akhir 2014 lalu.

Bersama tim Explore Indonesia yang didukung Teh Kotak dan digelar sepanjang tahun oleh Majalah Get Lost Indonesia, saya menemukan kejutan lainnya di Pulau Kakaban, salah satu pulau di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, Indonesia.

Kakaban berarti ‘pelukan’

Nama ‘Kakaban’ sendiri ternyata merupakan salah satu kata dari dialek lokal, yang artinya memeluk/pelukan/’hug’. Artinya sendiri secara harafiah adalah penggambaran pulau ini yang merupakan atol atau pulau karang yang ‘memeluk’ danau di tengahnya, atau terkenal juga terlihat seperti cincin di tengah lautan jika dilihat dari udara.ย 

Danau dan isinya yang berevolusi

Pulau Kakaban merupakan gugusan atol yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu, lalu karena proses geologis atol yang membentuk cincin ini naik ke permukaan laut dan ‘memeluk’ air laut yang tereperangkap di dalamnya hingga membentuk danau air laut (laguna). Bisa dibayangkan, bagaimana kelanjutan cerita hidup hewan dan tumbuhan laut di dalamnya? Yap, mereka pun ikut berevolusi menyesuaikan diri menjadi ‘penghuni’ Kakaban yang kini menjadi sangat unik!

Jellyfish tanpa sengat, hanya ada di dua negara di dunia

Salah satu penghuni Danau Kakaban yang paling terkenal uniknya adalah Stingless Jellyfish atau ubur-ubur tanpa sengat! Mereka kehilangan kemampuan menyengat, sehingga aman untuk didekati bahkan berenang di sekitar manusia. Fenomena alam ini ternyata hanya ada dua negara di dunia, di Indonesia, yaitu di Pulau Kakaban ini, Raja Ampat dan Sulawesi dan Palau, Kawasan Tenggara Laut Pasifik. Tapi bukan berarti mereka bisa diganggu seenaknya. Berenang dan menyelam di sini dilarang keras menggunakan bahan kimia seperti lotion dan sunblock, dan tentunya wajib menjaga kebersihan dan peraturan di pulau ini.

Empat jenis stingless jellyfish

Belum puas menemui jellyfish yang mudah ditemukan bahkan dari permukaan dermaga, kita akan dikejutkan lagi dengan jenis-jenis jellyfish yang lucu-lucu ini yang ternyata berjumlah empat jenis spesies! Ada Ubur-ubur Bulan/Aurelia Aurita (5-50cm), Ubur-ubur Totol/Mastigias Papua (1-20cm), Ubur-ubur kotak seukuran jari telunjuk/Tripedalia Cystophora (7-10cm), dan Ubur-ubur Terbalik/Cassiopea Ornata(15-20cm). Jenis jellyfish di Palau, Laut Pasifik hanya berjumlah 2, maka tidak heran jika Kakaban disebut sebagai Danau ubur-ubur terbesar dan paling kaya di dunia.

Lindungi Pulau Kakaban, sekarang!

Memasuki area pulau ini, berarti kita otomatis berkewajiban sama untuk menjaganya dari kerusakan. Pulau kakaban sendiri termasuk dari Kampung Ekowisata Payung-payung, dimana semua hal di sini akan menjadikan kita ikut merasa ingin menjaganya. Dari dermaga tempat kapal bersandar juga masih sangat bersih dengan pantai pasir putih dan air bening, lalu memasuki hutan lindung dengan flora purba di dalamnya dengan berjalan di jalan kayu yang sudah tersedia sehingga memudahkan pengunjung memasuki area danau untuk berenang. Tidak ada alasan untuk tidak melindunginya ๐Ÿ™‚

Itu dia lima kejutan dari Pulau Kakaban. Untuk menuju ke sini, bisa dilihat pada artikel sebelumnya,ย Kepulauan Derawan: Serpihan Surga di Indonesia. Happy Explore Indonesia!

Foto:
Ananda Rasulia

Majalah Get Lost Indonesia

Travelerโ€™s note: Tulisan ini dibuat setelah saya mengikuti perjalanan Explore Indonesia ke Derawan 11-14 Desember 2014 dan terbagi menjadi empat bagian tulisan. Happy smart traveling*!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Baca juga:

Kepulauan Derawan: Serpihan Surga di Indonesia

Kepulauan Derawan: Beach Cleanup for Care

Kepulauan Derawan: Seperti Mimpi di Sangalaki

Menikmati Manisnya Pulau Seram

Menjelajah Sisi Lain Yogyakarta

(Masih) Ada Haru di Ujung Barat Indonesia

Makin Dekat Dengan Alam di Ujung Kulon

Menjelajah Alam Budaya Jawa Timur

Leave a Reply