Sebulan Pertama di Bali: Edisi Pantai!

image

“Enak ya kerja di Baliiii!”. Itulah kata-kata yang banyak dilontarkan pada saya sebelum dan selama saya bekerja dan tinggal di Pulau Dewata ini. Pertama kalinya meninggalkan rumah dan ibu kota tercinta, bukan untuk traveling, tapi untuk merasakan dan belajar ‘numpang’ tinggal di kota orang. Di Bali, lebih dari 1200kilo meter terbang menjauhi tanah kelahiran. Maka kini saya mencoba menikmati apa yang orang-orang bilang(dan perkirakan) enaknya berada di pulau ini.

Banyak pantai! Itu mungkin yang jadi bayangan banyak orang tentang Bali, begitu juga dengan saya, yang saban kemana-mana hal pertama yang ditanya adalah arah pantai kemana, dan penjual souvenir lokal dimana. 

Maka inilah beberapa pantai, laut, area penuh air, pasir, langit, awan, dan matahari di BALI, hasil jelajah saya sebulan ini. 

Pantai Sanur (Area Duyung, Denpasar Selatan)

image

image

Yap, karena kantor dan kosan saya berada di jalan Bypass Ngurah Rai Sanur, jadilah pantai ini yang pertama saya sambangi. Ternyata jika disebut nama pantai, banyak lagi nama pendukung lain untuk menyebutnya. Misal, pantai Sanur, ada daerah Matahari Terbit, Segara, Duyung, dan juga area-area penginapan yang kemudian menjadi nama tambahan penyebutan pantai Sanur tersebut. Pantai Sanur terkenal dengan matahari terbit, area tenang dan kalem dengan kapal-kapal nelayan yang mengapung menyebar sejauh mata memandang. Di sisi timur akan terlihat Gunung Agung dan di seberang pantai Sanur sendiri bisa terlihat kepulauan Nusa Penida jika cuaca cerah. JIka malam bulan purnama, dapat terlihat bulan bulat sempurna dalam ukuran besar di pantai Sanur.

Harga masuk: bayar parkir kendaraan sekitar IDR2K-5K

Hal yang bisa dilakukan: melihat matahari terbit, yoga pagi, berjalan-jalan dengan sepeda atau jalan kaki sore, canoeing, stand up paddling, makan siang di resto tepi pantai, melihat bulan purnama, menyebrang ke Nusa Penida, Nusa Lembongan atau Ceningan. Harga tiket kisaran IDR80K-100K

Pantai Serangan (Area surfing, Pulau Serangan, Denpasar Selatan)

image

Pantai ini lokasinya mendekati bandara, maka nggak heran setiap 15 menit sekali ada pesawat terbang cukup rendah melintasi atas pantai yang cukup berombak besar ini. Banyak turis asing yang menikmati surfing dengan ombaknya yang relatif besar, tapi masih terbilang tenang, dan sepi pengunjung. Pasirnya berwarna krem,  agak kasar, tapi terbilang masih tebal sehingga kita bisa membenamkan kaki telanjang di pasirnya sambil duduk duduk di bangku-bangku kayu miliki warung-warung yang dibuka warga lokal penjual minuman dan makanan. Pantai ini sudah sepi dan warung-warung tutup saat matahari terbenam dan hari mulai gelap.

Harga masuk: bayar parkir kendaraan sekitar IDR2K-5K

Hal yang bisa dilakukan: surfing, berjemur, duduk-duduk pinggir pantai sambil mimum es kelapa, berenang.

Pantai Balangan (Kuta Selatan)

image

Saat ke Balangan, saya menginap di Balangan Sea View Bungalow, sebuah penginapan dengan konsep bungalow yang berjarak hanya 10 menit jalan kaki dari Pantai Balangan. Ternyata pantai ini adalah laut lepas dengan ombak yang besar-besar dan memang menjadi objek surfing turis asing. Seperti virgin beach, pantai ini seperti tidak berpenghuni. Hanya ada beberapa resto berupa rumah panggung kayu, dan terdapat banyak anjing berkeliaran di pantai yang juga sepertinya kurang terawat (banyak sampah dari laut). 

Harga masuk: dari area penginapan atau jalan umum tidak ada biaya masuk

Hal yang bisa dilakukan: surfing, duduk-duduk pinggir pantai atau makan di resto, sightseeing

Pantai Padang-Padang (Pecatu, Kuta Selatan)

image

image

Banyak pantai yang bisa disambangi saat menuju ke Kuta Selatan atau arah ke Uluwatu. Salah satunya Padang-padang, yang sempat terkenal karena menjadi salah satu lokasi syuting film Eat Pray Love. Pantai ini memang memiliki beberapa atraksi untuk pengunjungnya, seperti dinding tebing yang eksotis yang menemani visual saat menuruni tangga, bahkan saat saya ke sana, ada yang sedang wall climbing pada dinding tebing ini. Atau ada jalan lain berupa tangga yang diapit bebatuan karang menyerupai goa, dan hanya bisa dilewati satu orang secara bergantian. View pantainya sendiri cukup menarik dengan banyaknya karang-karang besar yang disapu ombak yang cukup besar juga sehingga terlihat seperti goa-goa di dalam air.

Harga masuk: hanya membayar parkir kendaraan di lahan parkir yang disediakan di seberang pintu masuk menuju pantai IDR2K-5K.

Hal yang bisa dilakukan: berenang, wall climbing, berjemur, sightseeing

Seminyak (Kuta, Badung)

image

image

Pantai yang lokasinya dekat dengan Pantai Kuta dan Legian ini memang sudah jadi salah satu primadona para turis, baik lokal, maupun mancanegara yang datang ke Bali. Sudah banyak sekali fasilitas yang memanjakan turis sepanjang daerah menuju pantai Seminyak, seperti hotel berbintang, restoran (tempat makan dan minum, berat maupun ringan), dan surga belanja cinderamata. Saya beberapa kali mendatangi pantai yang disebut Double-Six yang berada di area Hotel mewah, Double-Six. Area dengan garis pantainya yang panjang dan area pesisirnya dengan pasir yang lembut (tapi bukan pasir putih), dan tentu saja yang jadi favorit adalah laut dengan ombak yang sangat menyenangkan untuk berselancar atau berenang di tepinya. Pantai ini juga menawarkan sunset yang indah saat magic hour pada cuaca cerah, dengan resto atau kafe yang menyediakan bean bag warna-warni bahkan pertunjukan live music.

Harga masuk: hanya membayar parkir kendaraan di lahan parkir yang disediakan di pintu-pintu masuk menuju pantai. IDR 5K-20K.

Hal yang bisa dilakukan: berenang, surfing, berjemur, sightseeing, sunset

Waterblow, Nusa Dua

image

image

Sekitar tiga tahun lalu saya sempat menginap hampir seminggu di Nusa Dua Resort untuk keperluan pekerjaan. Tipikal private beach yang tenang, dan bisa dihampiri hanya dangan turun dari area hotel. Tahun ini saat tinggal di Bali, saya berkesempatan berkunjung ke Nusa Dua dengan seorang teman, lalu saya diajak ke Pirate Bay, pantai yang menurut saya sangat tenang dan mirip dengan pantai buatan di Sentosa Island, Singapura. Banyak resto di tepi Pirate Bay, dan areanya tidak saling berjauhan dengan objek lainnya, seperti Waterblow. Waterblow sendiri sudah terkenal sebagai objek menarik di Bali, dimana kita bisa berfoto dengan cipratan ombak yang besar (sangat tergantung cuaca, dan harus rela menunggu ‘moment’ yang tepat) dengan berdiri di jembatan yang disediakan. Ada juga dermaga kayu untuk menonton orang berfoto, dan melihat karang-karang besar yang sudah mencuat ke daratan.

Harga masuk: hanya membayar parkir kendaraan di pintu masuk area Nusa Dua.

Hal yang bisa dilakukan: berenang, surfing, berjemur, sightseeing

That’s all pantai-pantai yang saya datangi satu bulan ini dari awal Desember 2014 sampai awal Januari 2015. Tunggu Cerita Bulan-bulan berikutnya di Bali: Edisi lainnya yaaa! (Matur suksma sebelumnya, jika mau menunggu dengan sabar! Hehe…). Enjoy your smart traveling*!

All photos taken by me.

Baca juga:

Sebulan Pertama di Bali: Edisi Makan!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply