Kepulauan Derawan: Seperti Mimpi di Sangalaki

Matahari terik siang itu menyengat kulit kami semua. Mata pun kesilauan mencoba untuk menerka, pulau apa yang akan kami singgahi kali ini? Indahnya, jangan-jangan fatamorgana?

Sangalaki. Nama yang unik bukan? Nama bukan sekadar nama kalau di Indonesia. Pasti ada maknanya, ada ceritanya. Kalau Pulau Derawan itu sendiri berasal dari Bahasa Bajo yang artinya perawan, lalu Pulau Maratua artinya Mertua, bisa ditebak apa arti dari Sangalaki? Ya, artinya laki-laki. Keunikan nama-nama di Kepulauan ini sebanding lurus dengan karakteristik pulau, pantai, laut, dan flora juga fauna di atas permukaan dan bawah lautnya.

Air berwarna tosca jernih menghantarkan speed boat kami menepi di bibir pantai Pulau Sangalaki yang dilapisi pasir putih halus. Airnya pun berubah jadi bening mengikuti warna dasarnya yang putih bersih. Dasar pasir dan kaki yang tercelup tampak jelas sekali dipandang dengan mata telanjang karena jernihnya air pantai ini. Kami pun berhamburan menjelajah tepi pantai yang ditumbuhi pohon kelapa rindang, yang batangnya meliuk-liuk rendah seperti memanggil-manggil kami untuk menaikinya. Saat kami menghadap kembali ke arah lautan, indahnya seperti mimpi jadi nyata! Garis laut biru tua di kejauhan, lalu lapis di bawahnya warna air tosca, dan lapis di bawahnya lagi warna putih pasir pantai Sangalaki. Semua terlihat sejajar sangat indah, sampai mata ini rasanya tidak mau berkedip dan melewati sedetik pun panorama ini.

Kami bergegas ke arah lain, memasuki dalam pulau yang ternyata masih menyimpan kekayaan alam. Faktanya, pulau seluas 280 hektar ini adalah Taman Wisata Alam Laut yang dikelola Departemen Kehutanan Kalimantan Timur wilayah Berau. Tidak heran kami kemudian disambut puluhan anak penyu dalam penangkaran yang baru saja telurnya menetas di malam sebelumnya. Mereka terlihat sehat, sangat imut, dan kami bersyukur mengetahui mereka dilindungi dengan baik di sini.

Sisi lain pulau Sangalaki pun menanti kami. Mimpi jadi nyata ini seperti berlanjut. Hamparan garis pantai yang panjang, dan pantai sepi dengan view laut lepas terbentang luas di sisi lain pulau ini. Kami pun tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak berenang dan menikmati segarnya air laut yang bersih, meski sinar matahari masih terus asyik menyengat kulit kami yang semakin menghitam.

Rasanya kami tidak mau pulang. Lebih tepatnya tidak mau terbangun dari mimpi indah ini. Pulau Sangalaki memang salah satu tempat yang sangat indah di Indonesia, dan menjadi salah satu pulau primadona di Kepulauan Derawan.

Beruntungnya saya bisa mampir ke salah satu surga di Indonesia ini bersama Explore Indonesia dan Teh Kotak. Maka saya jadi semakin berani bermimpi dan percaya bisa menjadikannya nyata. Tentunya, sambil terus berbagi inspirasi dan cerita tentang Indonesia dengan semangat yang sama besar untuk melestarikannya.

Traveler’s note: Tulisan ini dibuat setelah saya mengikuti perjalanan Explore Indonesia ke Derawan 11-14 Desember 2014 dan terbagi menjadi empat bagian tulisan. Happy smart traveling*!

Read also:

Kepulauan Derawan: Serpihan Surga di Indonesia

Kepulauan Derawan: Beach Cleanup for Care

Kepulauan Derawan: 5 Kejutan di Pulau Kakaban!

Menikmati Manisnya Pulau Seram

Menjelajah Sisi Lain Yogyakarta

(Masih) Ada Haru di Ujung Barat Indonesia

Makin Dekat Dengan Alam di Ujung Kulon

Menjelajah Alam Budaya Jawa Timur

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply