#ExploreBali: Edisi Karangasem

image

Menuju ke Timur Bali bukan tidak mungkin dijelajahi dalam satu hari. Berenang di pantai pribadi, menikmati laut lepas, dan bernostalgia di pabrik cokelat dalam hutan penuh pohon kelapa. Klasik.

Itinerary

Blue Lagoon, Padang Bay

Candidasa Beach, Karangasem

Virgin Beach, Karangasem

Bali Chocolate Factory, Desa Jasri

Blue Lagoon, Padang Bay

Padang Bay terkenal sebagai pelabuhan penyebrangan menuju Lombok dari Bali. Mudah menemukannya, karena memang arah ke Timur Bali akan melewati area ini, sekitar 45 menit berkendara dari Sanur. Menemukan Blue Lagoon juga tidak sulit, cukup banyak petunjuk jalan dari papan kayu bertuliskan Blue Lagoon yang menggiring kita untuk sampai di area parkir kecil, untuk kemudian menuruni tangga yang tidak terjal dimana kita sudah bisa mengintip pantai dari beberapa anak tangga teratas.

image
image

Pada anak tangga terakhir, kita disambut area restoran yang juga menyediakan penyewaan kursi pantai, kamar mandi dan toilet juga tentunya menjual aneka menu makan siang dan minuman. Kita bisa melewati restoran tersebut tanpa membeli apapun untuk langsung menikmati area pantai di bawahnya. Blue Lagoon sendiri adalah area laguna yang tidak begitu luas, dengan garis pantai yang juga tidak panjang (membentuk cekungan atau huruf U) dengan warna air gradasi tosca dan biru yang sangat cantik dan jernih.

image

Tidak seperti kelihatannya dari atas, ternyata ombak di tepi pantainya cukup besar seperti memanggil-manggi kita yang duduk di tepiannya dengan air yang makin lama makin membasahi kaki dan apapun yang tergeletak di atas pasir putih halusnya. View di depan mata adalah kapal-kapal kayu yang membawa pengunjung yang snorkeling tidak jauh dari area pantai. Sepertinya terumbu karang dan coralnya masih sehat dan berkilauan terkena sinar matahari menjadikan warna air lautnya menjadi indah.

Biaya: parkir mobil Rp5000, tiket masuk pantai Rp0, penyewaan toilet Rp5000, penyewaan kursi pantai Rp25000, harga menu makanan dan minuman beragam.

Tips: datang pagi ke siang sebelum tengah hari, ombak masih bersahabat untuk berenang. pilih area seperti goa kecil di sisi kiri laguna, selain lebih teduh, sensasinya seperti pantai pribadi karena tidak terlalu ramai dan airnya sangat jernih.

Candidasa Beach, Karangasem

Sebelum melanjutkan perjalanan dari Padang Bay ke Karangasem yang masih memakan waktu sekitar 45 menit, sebaiknya menepi ke pantai-pantai di sepanjang jalan sebelah kanan, dimana sebelah kiri kita adalah pemandangan Gunung Agung. Pilih saja area parkir yang juga banyak warung penjual makanan, atau mau merasakan piknik di bawah pohon sambil menikmati view laut lepas dengan membawa bekal makanan.

image
image

Biaya: parkir mobil Rp0, tiket masuk pantai, harga menu makanan dan minuman beragam.

Tips: sebaiknya tidak berlama-lama di sini karena areanya cukup gersang dan tidak banyak view yang bisa dijelajah, terlebih melanjutkan perjalanan sampai ke Karangasem cukup memakan waktu dan tenaga untuk berkendara.


Virgin Beach, Karangasem

Jalan menuju Virgin Beach cukup membuat rasa ingin tahu semakin besar pada pantai yang menyandang sebutan ‘perawan’ ini. Sayang, jalur yang ditempuh cukup jauh, dan harus membayar iuran beberapa kali di beberapa ‘gerbang’ yang harus dilewati dengan penjaga kurang sebanding dengan apa yang disajikan pantai yang areanya cukup luas dan garis pantai yang panjang.

image

Virgin Beach yang terlihat seperti area melengkung dan dibatasi tebing tinggi di pojoknya ini nampaknya sudah komersil dan makin ramai pengunjung, baik lokal maupun turis asing. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah berenang (ombaknya tidak besar dan airnya tidak biru karena warna pasirnya juga tidak terlalu putih, bahkan kehitaman), selain itu sudah banyak warung penjual souvenir, penyewaan kursi pantai dan layanan pijat, juga penjual makanan dan minuman, tempat bilas dan kamar mandi.

image
image

Banyak yang membawa anjing untuk diajak berenang atau sekadar jalan-jalan di tepi pantai yang ujung lainnya merupakan tebing hijau dan jalan di pesisirnya terdapat kapal-kapal nelayan warna-warni berjejer seperti diparkir dengan rapi oleh pemiliknya.

Biaya: tiket masuk area pantai Rp3000/orang, parkir mobil Rp10.000, penyewaan toilet Rp5000, harga penjual souvenir, makanan dan minuman beragam.

Tips: berjalan ke ujung pantai ini lebih menarik untuk melihat view pulau kecil di tengah lautan yang terlihat satu pohon berdiri di atasnya menjulang sendirian. Kita juga bisa snorkeling di area pantai dekat bukit hijau atau mengabadikan pantai ini lebih cantik dari atas tebing tinggi.



Bali Chocolate Factory, Desa Jasri

Mengunjungi perkebunan cokelat di tepi pantai adalah hal paling menarik dari jelajah Bali Timur ini. Membayangkan ada pepohonan cokelat dan pabrik pembuatan cokelat di tengah hutan pohon kelapa yang menjulang pastinya sangat menarik. Ternyata, bukan hanya ada satu pabrik, tapi beberapa brand cokelat memiliki basis di Karangasem.

image
image

image

Banyak petunjuk arah sesuai nama brand cokelatnya untuk dapat menemukan pabrik-pabrik cokelat yang dimiliki warga negara asing tapi pekerjanya adalah orang lokal. Kita bisa mencicipi cokelat yang mereka produksi, melihat alat dan cara pembuatannya, juga mengintip dapur cokelat dimana mereka berkesperiman menghasilkan cokelat-cokelat unik dalam beragam rasa.

image

Bali Chocolate Factory milik Charlie adalah yang sedang naik daun, karena memiliki area produksi tepat di tepi pantai dan di tengah-tengah hutan kelapa. Jalan masuknya memang bukan jalan beraspal yang bagus, kita juga harus meraba mencari jalur sampai akhirnya melihat view lautan.

image

Bentuk rumah dimana cokelat diproduksi memang sangat unik, seperti rumah-rumah kayu di film The Hobbit. Ada juga duplikat kapal kayu besar lengkap dengan anjungan yang bisa dinaiki dengan tangga sampai ke atasnya. Melihat ke sekitar sangat asri, kita akan menemukan ayunan dari papan kayu besar yang digantung ke dua pohon kelapa tinggi, yang kini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk bernostalgia masa kecil saat menaikinya. Coba saja, karena ternyata ada sensasi berbeda berayun di ketinggian mengarah ke lautan.

Biaya: tiket masuk area pabrik untuk yang bukan pelanggan Rp5000, parkir mobil Rp0, harga cokelat kisaran Rp35.000-Rp65.000.

Tips: datang saat sore hari karena rasanya lebih teduh apalagi jika magic hour dan bisa mendapat warna langit pantai yang indah, cocok untuk berfoto saat bermain ayunan.

Keep your smart traveling*!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply