Lombok 3 Hari, 2 Malam: Catatan Perjalanan

image

A good traveler has no fixed plans, but 5-different-characters-in-one trip need more than fixed plans. We need more energy to laugh, and survive.

Lombok 3 hari 2 malam. Dari Barat, Timur, Tengah, Utara, Selatan! Menyenangkan!

Ini adalah salah satu trip untuk menikmati weekend kami, khususnya saya yang punya sekitar 20 weekend selama tinggal di Bali. Kami yang saya maksud adalah saya dan teman-teman perantauan di Bali dari berbagai kota di Indonesia. Ada Kevin (Papua), Anca dan Rian (Makassar), Dian (Anak yang pindah-pindah dan lama tinggal di Denpasar, dan saya sendiri (Jakarta). Kami berlima punya tujuan yang sama kali ini. Meninggalkan Pulau Dewata yang akan padam oleh perayaan Nyepi 21 Maret 2015 lalu. Kami memutuskan menyebrang dari pelabuhan Padang Bai, Bali, ke Pelabuhan Lembar, Lombok.

Ini itinerary kami sebelum berangkat. Yang pada kenyataanya, cukup terpenuhi meski ada perubahan di sana-sini.

Explore Lombok 20-22Maret 2015

Jumat, 20 Maret 2015

16:00 Kumpul di Sanur, Bali

17:00 Berangkat ke Padang Bai, Bali Timur (asumsi macet karena Ogoh-ogoh Nyepi)

21:00 Tiba di Padang Bai, cari tiket, makan malam, menunggu kapal berangkat

24:00 Menyebrang ke Lombok, istirahat di kapal

Traveler’s Note:

-Denpasar  ke Padang Bai dengan mobil sebenarnya hanya membutuhkan waktu sekitar 90 – 120 menit.

-Tiket kapal penyebrangan Bali-Lombok selalu tersedia dan dapat dibeli langsung di loket. Tiket berlaku sekitar 6 jam dari saat pembelian. Harga tiket untuk penumpang saja Rp45.000, Motor dan penumpang sekitar Rp120.000, dan Mobil penumpang (sedan dan city car) sekitar Rp700.000

-Mengakali penyebrangan yang cukup lama, yaitu normalnya sekitar 4 jam, pilih malam hari untuk menyebrang sampai dini hari, agar menghemat biaya penginapan (tidur di kapal)

-Jika beruntung, kita bisa mendapatkan kapal yang (sangat)nyaman dengan pendingin ruangan.

-Sewa mobil Lombok sekitar Rp300-500.000/hari lepas kunci atau dengan supir.

image

Gate masuk kendaran, Pelabuhan Padang Bai, Bali

image
image

Suasana salah satu jenis kapal Bali – Lombok 

Sabtu, 21 Maret 2015

05:00 Tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, solat, bersih-bersih

06:00 Menuju Senggigi Lombok Barat, lihat sunrise

07:00 Tiba di Senggigi Lombok Barat

07:30 Menuju Gili (Bangsal)

08:00 Tiba di Bangsal, menyebrang ke Gili Trawangan Lombok Utara

08:15 Snorkeling, berenang, explore Gili Trawangan

11:00 Kembali ke Bangsal

12:00 TIba di Air Terjun Sendang Gile, Lombok Tengah

13:00 Makan siang, menuju Mataram ambil Tenda, lalu menuju Desa Sasak Suku Sade (pembuatan Songket)

15:00 Tiba di Desa Sasak Sade, Lombok Tengah

16:00 Menuju Pantai Mawun, Lombok Tengah

17:00 Tiba di Pantai Mawun, Lombok Tengah mendirikan tenda, siap-siap masak

19:00 Makan malam, api unggun

Traveler’s Note:

-View sepanjang perjalanan dari Lembar menuju Bangsal cukup indah, mampir sebentar untuk sarapan di Pantai Senggigi cukup berkesan, akan ada nelayan-nelayan di tepi pantainya yang tenang, dan terlihat Gunung Agung menyebul dari awan tipis sekitar pukul 7 pagi

-Penyebrangan dari Bangsal ke Gili Trawangan membutuhkan waktu sekitar 40-60 menit. Harga kapal sekitar Rp15.000/orang

-Bayar parkir mobil Bangsal Rp25000

-Penyewaan alat snorkeling Rp30.000 untuk 2 item (goggle/fin/jaket pelampung)

-Gagal ke Air Terjun karena waktunya tidak memungkinkan

-Gagal menyewa tenda, karena penyewanya harus menemani tamu ke RInjani, dan saat itu sangat susah menemukan penyewaan tenda di sekitar Mataram karena banyak toko tutup merayakan Nyepi. Planing mendirikan tenda pun berubah mejadi menyewa tempat untuk istirahat di pantai Mawun, berupa bangunan berbilik bambu dengan atap dan listrik yang disewakan penjaga pantai seharga Rp150.000/malam. Kami juga membayar untuk pembuatan api unggun dan bantuan meminjamkan alat makan dan mencuci piring, memberi seikhlasnya pada penjaga pantai Mawun. Pantai Mawun malam hari adalah tipikal pantai sepi tanpa penghuni atau pengunjung lain, pantai pasir putih halus, dan ada ribuan bintang di langitnya yang masih bersih.

image

Suasana pagi hari Pelabuhan Lembar, Lombok

image

View Gunung Agung, Bali dan nelayan di Pantai Senggigi, Lombok Barat

image
image

View perjalanan menuju Bangsal, untuk menyebrang ke Gili

image

Bangsal, tempat menyebrang ke Gili Trawangan

image
image

View penyebrangan ke Gili Trawangan

image
image
image

View tepi pantai Gili Trawangan 

image
image
image
image
image
image
image

Suasana dan view di Gili Trawangan

image
image

Durian Lombok!

Minggu, 22 Maret 2015

05:30 Sunrise Pantai Mawun, Lombok Tengah

06:30 Sarapan, beres-beres check out dari Pantai Mawun, Lombok Tengah

08:00 Menuju Pantai Kuta & Tanjung Aan, Lombok Tengah

08:30 Tiba di Pantai Kuta & Tanjung Aan (Pantai Pasir Merica), Lombok Tengah

09:00 Menuju Pantai Selong Belanak, Lombok Timur

10:30 Tiba di Pantai Selong Belanak, Lombok Timur

11:00 Menuju Mataram, Lombok Barat

12:00 Tiba di Mataram, balikin tenda, makan siang, lihat oleh-oleh

13: 00 Menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat

14:00 Tiba di Pelabuhan Lembar, beli tiket, besiap kembali ke Bali

15:00 Menyebrang ke Bali

20:00 Tiba di Padang Bai, Bali

21:00 Tiba di Sanur

Traveler’s Note:

-Itinerary di hari terakhir berubah total karena kami cukup lama check out dari Pantai Mawun yang ternyata memiliki view sangat indah di saat hari sudah terang. Kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sasak Sade dengan biaya masuk seikhlasnya per rombongan. Baru ke Pantai Selong Belanak untuk berenang dan makan siang, dan lanjut ke Pantai Kuta (hanya melewati), dan terakhir ke Pantai Tanjung Aan atau Pantai Pasir Merica.

-Kami naik kapal malam, sekitar pukul 8, dan di luar dugaan perjalanan pulang sangat lama, sekitar 7 jam, kami tiba di Padang Bai sekitar pukul 3 pagi dan sampai Sanur hampir Subuh. Hal ini disebabkan tempat bersandar kapal di Pelabuhan Padang Bai sedang dalam renovasi, jadi kapal yang datang harus mengantri untuk ‘parkir’ atau menepi.

image
image
image
image
image
image

Suasana pagi hari setelah bermalam di Pantai Mawun, Lombok Tengah

image
image
image
image
image

Desa Sasak Sade, Lombok Tengah

image
image
image
image
image
image
image

Berenang dan makan siang di Pantai Selong Belanak, Lombok Tengah

image
image
image
image
image

Pantai Tanjung Aan (Pantai pasir Merica), Lombok Tengah

image
image
image

View perjalanan explore Lombok

Trip Budget

Budget pada trip ini sebenarnya sudah kami perhitungkan dengan matang sebelum berangkat, tapi ada ‘bantuan-bantuan’ tidak terduga yang mengurangi budget normal, tapi semoga budget ini bisa menjadi gambaran pengeluaran Trip Lombok dengan itinerary yang sama atau mendekati.

Kapal Ferry Bali – Lombok Rp200.000/5 orang

Makan malam di Padang Bay Rp60.000/5 orang

Bahan Makanan untuk Camping Rp50000/5 orang

Bensin Mobil Lombok 3 hari Rp200.000

Parkir Bangsal Rp25000

Kapal Bangsal Lombok – Gili Trawangan PP 150.000/5 orang

Alat snorkeling Gili Rp140.000/4 orang

Durian Lombok Rp25000

Air untuk di Mawun Rp18000/5 orang

Gas untuk masak di Mawun Rp17500

Bayar penyewaan Mawun Rp150.000

Kasih penjaga pantai Mawun Rp50.000

Makan siang di Mataram Rp150000/5 orang

Masuk Desa Sasak Sade Rp50000

Parkir Pantai-pantai Rp20000

Makan malam di Mataram sebelum pulang Rp10000/5 orang

TOTAL 1.405.500 : 5 = Rp281.1000/orang

*note: Mobil 3 hari tanpa biaya sewa

That’s it! Catatan Perjalanan ini dibuat untuk menjadi pengingat bahwa kami pernah melakukan perjalanan semi bertualang ini. Karena meski beberapa dari kami sudah pernah ke Lombok dan Gili, trip kali ini sangat mengandalkan itinerary ini, budget yang sudah ditentukan, dan juga, Google Maps dan gerakan bertanya pada penduduk setempat yang kadang sangat membantu, tapi kadang juga belum tentu akurat. 🙂

Traveler’s Superb Note:

1. Jangan meninggalkan sampah dimanapun berkunjung, berlayar, dalam perjalanan, juga saat menginap.

2. Hormati aturan adat setempat, hargai cerita lokal, dan jaga sikap selama berada di daerah baru sebagai pendatang.

3. Siapkan outfit dan perlengkapan yang sesuai kegiatan, agar tidak menyulitkan diri sendiri dan orang lain.

Happy smart-traveling*!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply