Traveling Membawamu Menjauh sekaligus Mengasah Dekatmu

“Selamat ulang tahun, Nda. Semoga selalu jadi traveler yang menginspirasi!”

Itulah salah satu ucapan selamat ulang tahun yang saya dapati hari ini, 24 Juni 2015. Ucapan, doa dan harapan banyak mengalir hari ini melalui beragam lini. Social media, direct chat dan telepon juga video call dari teman-teman dan keluarga. Alhamdulillah, banyak doa positif dan harapan predictable, sekaligus unpredictable, khususnya soal menjadi traveler atau pejalan, juga yang berkaitan dengan hal paling identik dengan saya saat ini: traveling.

Dua-tiga tahun ke belakang saya sangat aktif bepergian. Baik ke tempat yang dekat, maupun jauh. Jarak yang saya maksud ini sangat relatif. Dekat, maksudnya dekat dari tempat tinggal saya saat itu, rumah di Jakarta, atau kost-an di Bali. Atau jauh, menyebrangi pulau dengan penerbangan, jalur darat dan laut berjam-jam baru bisa tiba di destinasi.

Saya pun berkesempatan pergi jauh dari rumah saat ke ujung barat Indonesia, Aceh dan Sabang, Maret 2013 lalu dan kembali mengunjunginya Maret 2015 kemarin. Makin merasa jauh lagi saat menjelajah Indonesia Timur Juni 2015 kemarin, ke Maluku, Ambon, Ora Beach dan Pulau Seram.

Mencicipi pahit manisnya merantau di kota(dan pulau) lain juga saya rasakan akhir tahun lalu, Desember 2014 sampai April 2015 dimana akhirnya saya pulau ke rumah orang tua, di Bintaro, Tangerang Selatan dan kembali berkutat dengan ibukota, Jakarta dan sekitarnya.

Bepergian lalu membuat saya percaya. Bahwa sejauh apapun kita pergi, kita akan pulang ke tempat yang kita sebut rumah. Entah itu tempat tinggal, tanah kelahiran, atau kamar kostan dan kehidupan perantauan. Saat traveling, saya sering rindu pulang, teringat rumah saya yang nyaman kerena dirawat dengan sangat baik dan apik oleh Ibu saya. Saat merantau di Bali, dan harus meninggalkan pulau itu untuk ke destinasi lain juga menimbulkan rasa berat meninggalkan teman-teman dan ingin cepat-cepat kembali supaya bisa berkumpul dan seru-seruan mengeksplor Bali lagi.

Itu yang saya maksud dekat, seperti yang dirangkai pada kalimat judul dari tulisan ini. Kedekatan itu bisa dimaksudkan untuk siapa dan apa saja. Dekat dengan orang tua atau keluarga di rumah, tempat tinggal atau juga teman-teman perantauan yang menjadi bagian penting di cerita hidup saya sampai detik ini.

Karena,

Ketika kita menjauh, kita jadi merindukan yang dekat.

Juga terhadap Tuhan. Bagi beberapa orang traveling menjadikannya makin dekat dengan penciptanya. Melihat langsung ciptaan Tuhan yang indah, menjadi pembuktian bahwa alam ini luas dengan segala kekayaanNya, dan kita hanya penghuninya yang kecil. Maka pada saat merasakan itu, kita akan menjadi ingin mendekatkan diri dengan Sang Pencipta alam raya ini.

Terima kasih untuk banyak ucapan, doa dan harapan untuk saya hari ini. Semoga bisa menjadi pengingat saya agar lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya!

Beberapa ucapan favorit saya hari ini dari teman-teman:

“Selamat ulang tahun, Nda. Semoga selalu jadi traveler yang menginspirasi!” -Fachry Prayasi

“Selamat ulang tahun, Nanda. Semoga jiwa travelernya semakin membara!” -Riomanadona

“Hai sang petualang! Selamat ulang tahun. Jalan-jalan terus, senang-senang terus, nulis-nulis teruuuus! Barokah dalam setiap langkah ya. -Dede Ayu

“Selamat ulang tahun, Ananda Rasulia Wirawan. Terima kasih untuk postingan potret-potret keren hasil traveling-nya. Semoga makin jaya, dan keep posting.” -Ardianto Rihadmojo

“Dirgahayu Nda, cepet tercapai cita-citanya, nikah dan tinggal di pedalaman!” -Dipa Ramsay

“Happy birthday my talented writer! Semoga sukses meraih cita-cotanya ya. Keep charming and fabulous bess!” -Jamal Ramadhan

“Nanda met ultah, sehat dan sukses selalu. Ayo tentukan dan tetapkan langkah. Semangat dan makin memberi warna buat kita semua.” -Kokoh Hartadi

*Foto-foto ini diambil hari ini di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Saya selalu ingin memperingati hari lahir sambil berdoa di tempat yang ‘tinggi’, contohnya di Masjid Atta’awun, sambil menghirup udara segar kebun teh khas Puncak. It’s kinda birthday traveling! Keep do your smart traveling*!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply