Abadikan Pesona Lebaran di Kampung Halaman

image

Akhirnya Lebaran datang lagi. Salah satu yang paling identik dengan Hari Raya adalah kegiatan mudik. Pulang ke kampung halaman orang tua atau nenek kakek, bertemu keluarga besar, dan merayakan Lebaran bersama. Serunya!

Apalagi buat kita yang sehari-hari tinggal di Ibu Kota dan berjibaku dengan rutinitas di antara belantara beton, pengapnya polusi, dan ah, apalagi kalau bukan macetnya sang kota besar. Maka mudik, bisa jadi kegiatan penyegar suasana dan pikiran. Meski sebentar, meski harus juga pakai berkorban.

image

Macet-macetan di tengah arus mudik dan balik, berburu tiket atau berdesakan di transportasi umum, capek di jalan, dan budget yang tidak sedikit untuk dikeluarkan harusnya terbayar dengan membawa pulang memori manis untuk dikenang juga perasaan dan pikiran baru yang mengobati kepenatan.

Jadi jangan sampai melewatkan esensi mudik itu sendiri, yang paling utama bersilaturahmi dengan keluarga yang jarang ditemui, mengeratkan lagi tali persaudaraan, teman bahkan tetangga di kampung halaman. Karena banyak teman banyak rejeki, kan?

image

Lihat lagi raut wajah mereka yang semakin jarang kita temui saat sibuk bekerja setiap hari. Rasakan lagi hangat pelukan mereka, urat-urat pada tangan mereka yang kita cium, dan coba buat wajah mereka penuh senyum dengan sapaan dan obrolan ringan tentang masa lalu yang indah, atau masa depan yang cerah.

Lalu, ayo bangun pagi dan keluar rumah untuk melihat sekitar. Banyak hal yang juga jarang kita temui di kota besar. Mulai dari pekarangan rumah nenek yang ditumbuhi aneka tanaman, selain bunga-bunga cantik, banyak juga buah dan sayur yang bisa dimakan. Pantas saja, selain disuguhkan kopi dan teh, tiap sore ada juga gorengan bakwan, singkong dan pisang.

image

Udara di pedesaan entah kenapa bisa begitu sejuk, meski matahari sudah mulai naik karena hari mulai siang. Belok dan jalan sedikit dari gerbang, lalu turun ke bawah sudah bisa masuk ke area persawahan. Terlihat hamparan petak-petak hijau yang syahdu untuk dipandang. Di tengah-tengah sawah ada rumah kaca, rupanya di dalamnya adalah perkebunan bunga yang tumbuh besar-besar, dengan berbagai pilihan warna, indah!

Tidak jauh berjalan lagi, ada hamparan kebun jagung. Daunnya tinggi-tinggi, lebat dan jagung-jagung besar menyumbul di antaranya. Rasanya bukan tidak mungkin bakar jagung sehabis makan nanti malam.

image
image

Kaki rasanya tidak akan ingat lelah, jika pemandangan cantik lainnya menunggu di balik rumah-rumah tempat tinggal penduduk-penduduk ramah. Senyum mereka, tulus, menyapa tanpa penting tahu kita siapa. Banyak nenek-kakek lain di depan rumah, wajahnya mirip-mirip, sama berkerutnya seperti nenek-kakek kita. Paling seru adalah sekumpulan anak-anak kecil tanpa baju. Ikuti mereka berlari, yang bermuara pada ujung gundukan tempat mereka melompat ke kolam jernih di bawahnya. Rupanya itu tempat menampung air bersih untuk mandi dan mencuci. Saluran-salurannya seperti got berair bening mengalir masuk ke gank-gank desa.

image

Mereka tampak malu ditonton saat asik bermain. Tinggalkan saja, dan berjalan ke arah pulang kembali ke rumah nenek. Pasti tergoda dengan jajanan di warung kecil tepi danau. Ada rebusan jagung, singkong, dan aneka kue basah, ketan dengan parutan kelapa.

image
image

Danau besar di tengah-tengah kampung ini cantik sekali. Meski kalau hujan bisa jadi sumber bahaya penduduk disini. Air pada bendungannya bisa jadi tinggi. Beberapa kali banjir, tapi tidak menjadikan para penduduk membenci hujan yang menyuburkan tanah perkebunan mereka.

Masuk ke pagar rumah, ada Nenek, Mamah, dan Uwak duduk di teras depan. Bergabung bersama mereka sambil membuka isi bungkusan jajanan. Topik obrolannya tidak seberat brief kerjaan dan deadline. Sungguh suasana seperti ini harus dinikmati dan didokumentasikan.

Maka, jangan lewatkan momen berharga mudik dengan mengabadikannya dengan kamera atau ponsel canggih kita. Meski memorinya bisa jadi tidak terulang, paling tidak visual-visual Pesona Lebaran di kampung halaman bisa kita simpan, cetak dan bagikan.

Yuk, ikuti Kontes Foto Instagram #PesonaLebaran persembahan Kementrian Pariwisata Indonesia dengan hadiah jutaan Rupiah! Ceritakan momen Lebaran kalian selama di kampung halaman. Visualisasikan dalam bentuk photo story series, lalu kemaslah cerita singkat melalui caption foto terbaik kalian. Minimal photo story series terdiri dari enam foto, yang bisa terdiri dari momen Lebaran, kuliner khas kampung halaman, tempat wisata/budaya, atau permainan tradisional.

Syarat dan ketentuan Kontes Foto Instagram #PesonaLebaran bisa dilihat pada link berikut ini, dan jangan lupa kunjungi website resmi Kementrian Pariwisata Indonesia pada link ini.

Selamat menikmati mudik dan mengabadikan Pesona Lebaran kalian. Keep do your smart traveling*!

Traveler’s note:

Foto-foto diambil di Desa Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat.

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply