1st Experience Makan di The Melting Pot Jakarta: SERU!

Karena kini, pengalaman makan bukan hanya perkara rasa.

Dear food hunters, coba ingat-ingat, apa, dimana dan bagaimana pengalaman makan yang paling tidak terlupakan? Saya yakin, faktor pendukung predikat ‘tidak terlupakan’ itu bukan hanya soal rasa makanannya. Iya, kan?

Saya pribadi bukan pemakan segala, dan sejujurnya bukan ahli di bidang beragam istilah pengganti kata ‘enak’ untuk sebuah makanan. Iya, saya memang hanya tahu soal makanan enak dan enak banget, atau makanan yang saya tidak atau kurang suka, bukan tidak enak rasanya. Tapi kalau soal experience, bagi saya ini sama pentingnya dengan rasa. Karena memang suka mencoba hal baru, unik, aneh, atau lucu, jadilah menurut saya pengalaman mencicipi kuliner satu ini masuk kategori: tidak terlupakan bagi saya.

Kesempatan mencicipi experience The Melting Pot pada Jumat (18/9/2015) kemarin, akan saya ceritakan pada 10 poin pada tulisan ini. Dari makan jatuh ke hati? Bisa jadi!

1. Pertama tahu nama restoran The Melting Pot, sebagai netizen yang bersahabat dengan internet, hal yang saya lakukan adalah Googling. Ternyata ini adalah restoran yang menyajikan Fondue, atau suatu hidangan yang dinikmati dengan cara mencelupkan potongan makanan ke dalam cairan yang dipanaskan pada suatu wadah. Istilah Fondue berasal dari bahasa Perancis, Fondre, yang artinya adalah melelehkan.

2. Selain jadi tahu soal Fondue hasil Googling lainnya adalah soal brand The Melting Pot yang ternyata adalah franchise restaurant yang sudah terkenal selama 40 tahun di Amerika Utara dan untuk pertama kalinya hadir di Indonesia pada tahun 2015 ini! Horeeee! Ini baru seru, nih!

3. The Melting Pot Indonesia berlokasi di Plaza Senayan lantai P5, satu lantai dengan XXI. Bisa diakses dengan dua cara, yaitu lift dari area parkir yang bisa langsung menuju P5 atau lift utama Plaza Senayan yang hanya sampai lantai P3 lalu dilanjutkan naik eskalator dari arah Food Court menuju XXI.

4. Dekorasi restorannya sendiri memang sangat cantik dan berkelas. Warna ruangan didominasi warna gelap, seperti hitam dan warna kayu, juga pencahayaan yang hangat dan menciptakan kesan santai atau relaks. Siapapun yang datang akan disambut para server yang ramah dan siap mengarahkan ke meja, dimana sudah tersedia ‘peralatan khusus’ untuk menikmati menu-menu The Melting Pot! Alat-alat itu adalah kompor elektrik yang menyatu dengan meja (tenang, area ini aman kok, dan tetap membuat kita nyaman), pisau, garpu, dan yang paling utama adalah Fondue Fork atau alat penusuk bahan makanan yang akan kita ‘celupkan’ ke dalam pot panas. Menariknya, ujung pegangan alat penusuk ini diberi warna berbeda untuk tiap pengunjung, jadi tidak akan tertukar satu dengan yang lain saat duduk pada meja yang sama. So, dilarang rebutan ya!

5.  Nah, saatnya mulai memesan. Sebagai bocoran awal, mungkin untuk pengalaman pertama ke sini, kita akan bingung saat membaca buku menu. Tenang saja, server The Melting Pot akan dengan sigap menjelaskan pada kita. Jika penasaran soal porsi dan perbandingan harga, kita bisa pesan dulu semua Course Experience yang jumlahnya ada 4 untuk porsi 1 orang. Jika kita datang berdua atau bertiga, porsi ini masih cukup bersahabat dengan perut dan kantong. Hehehe.

6. Yang pertama adalah Cheese Fondue, yang bisa disebut pembuka atau appetizer. Server akan melelehkan keju parut yang juga bisa kita pilih jenisnya. Rekomendasinya adalah Cheddar Chesee yang paling favorit untuk jadi celupan potongan roti berkualitas, buah seperti apel, dan sayuran segar seeprti brokoli dan tomat kecil. Mulai dari sini kita akan merasakan keseruan mencelupkan potongan makanan kita masing-masing dan mencicipinya dengan keju meleleh yang bikin ketagihan!

7. Bagian kedua adalah salad segar yang diberi nama The Melting Pot House Salad, isinya Crispy Romaine, iceberg lettuce, Cheddar Cheese, tomat, crispy croutons dan irisan telur rebus dan roti kering. Dressing-nya bisa pilih, Peppercorn Ranch Dressing atau House Dressing yang manis.

8. Tentu saja bagian ketiga ini paling ditunggu, yaitu Entree atau akrab dianggap Main Course oleh pengunjung. Isinya beragam daging fillet, dari ayam, sapi, udang, ikan salmon, dan ikan tuna. Kalau favorit saya, Teriyaki Marinated Ribeye! Semua bahan ini kita celupkan sendiri ke dalam pot panas berisi bahan dasar kaldu, dan ada campuran rampah dan lemon. Segar dan sedap! Saya yang pecinta gorengan atau bakaran, ternyata sangat menikmati cara makan rebusan seperti ini. Setelah sekitar dua menit, bahan-bahan ini bisa langsung dimakan dan tersedia beberapa macam saus. Takut nggak kenyang? Tenang, ada Red Pepper Rice dan sebenarnya dalam rebusan ada bahan sayuran seperti jamur dan kentang, lho!

9. Ini dia bagian akhir yang paling sweet, yaitu Chocolate Fondue yang ternyata identik sekali dengan The Melting Pot di seluruh dunia. Makanya, tidak jarang pengunjung yang datang bisa langsung memesan dessert satu ini dan mengira restoran ini adalah khusus penyedia dessert! Tampilan pot panas berisi paduan milk chocolate dengan campuran selai kacang dan Banana’s Foster, kayu manis dan juga cokelat putih dibuat menarik seperti logo Yin & Yang. Bahan yang dicelupkan? Ada strawberry, pisang, marshmallow, cake bahkan kurma! Yummy!

10. Last but not least, soal harga yang dimulai dari IDR108K – 488K per porsi untuk satu orang ini bisa kita susun sesuai keinginan kita, yang memang lebih seru jika datang beramai-ramai dan pesan secukupnya, karena porsi satu orang itu cukup banyak!

Experience makan ini bisa jadi tujuan baru kita untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan orang yang kita sayang, misal keluarga, pasangan atau teman-teman dekat. Soalnya sambil memasak, kita bisa sambil asyik bercengkrama dan lebih intim dengan siapa yang kita ajak saat itu. Tidak heran di Amerika sendiri, The Melting Pot jadi favorit orang-orang yang ingin merayakan sesuatu atau menyambut hari penting. Tertarik? Selamat mencoba The Melting Pot untuk experience makan cara baru yang seru, dan tentunya rasa berkualitas yang lezat!

Leave a Reply