Mendadak Mudik Saat Butuh Piknik

image

Hashtag dan caption #butuhpiknik kian beredar di media sosial. Ambil ranselmu, dan pergi. Jangan banyak rencana, cuma jadi wacana.

Jangan stress! Lalu jadi tidak bisa berpikir jernih, tidak bisa berperilaku baik pada orang lain, juga menjadikan produktivitas menurun baik kuantitas, maupun kualitasnya. Kamu butuh rehat dari apa yang kamu sebut-sebut sebagai rutinitas. Bangun tidur, berangkat, macet, kantor, kerja, makan siang, kantor, kerja, makan malam, pulang, macet, tidur. Terus, dan terus seperti ini setiap hari.

Kemasi barangmu, sedikit saja, pakaian ganti untuk dua hari, gadget dan kamera, masukkan dalam ransel, pesan tiket dan berangkat. Tidak perlu jauh, hanya ke kota sekitar. Tapi kemudian temui, apa yang tidak kamu lihat setiap hari. Lihat, rasakan, cicipi, sambangi, nikmati. Tidak ada salahnya juga menjauh dari kota besar, ke kota kelahiran tempatmu berasal. Seperti saya akhir pekan lalu, mendadak mudik ketika butuh piknik: ke Cirebon!


Menikmati Trip dengan Kereta Api

image

Biasanya saya ke Cirebon dengan mobil, bersama keluarga untuk ziarah Kakek atau ada acara keluarga lainnya. Kali ini, saya bersama dua teman, dua travel blogger lokal, Farchan Noor Rachman dan Wira Nurmansyah, memutuskan ke Cirebon naik kereta api. Saya pun semangat mengiyakan. Jadilah kami booking kereta online, dan memilih kereta api dengan jadwal yang sesuai itinerary kami. Kami berangkat dengan Kereta Api Eksekutif Cirebon Ekpress dan pulang kembali ke Jakarta dengan Kereta Api Argo Jati.

image

Saya yang sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi naik kereta api, cukup menikmati excitement dari printing tiket di stasiun, mendapati gerbong yang nyaman dan bangku kereta dengan fasilitas mumpuni yang sudah pasti dibutuhkan oleh warga urban seperti saya: stop kontak untuk charger gadget, terutama ponsel.

image

Foto oleh Wira Nurmansyah

AC yang dingin, bangku yang empuk, juga pramugari kereta yang cantik-cantik siap membantu dan menyambut kita di pintu masuk kereta. Perjalanan selama tiga jam Jakarta – Cirebon jadi tidak terasa, karena kenyamanan dari moda transportasi ini. Nggak nyesel naik kereta api ke luar kota!

Info harga November 2015

Kereta Api Cirebon Ekpress Jakarta (Gambir) – Cirebon (Kejaksan) Rp 120000

Kereta Api Argo Jati Cirebon (Kejaksan) – Cirebon Ekpress Jakarta (Gambir) Rp 140000


Sewa mobil & pemandu ala Turis

image

Setibanya di Cirebon, saya dan teman-teman dijemput mobil sewa + supir yang sudah kami booking sebelumya. Tadinya, kami ingin lepas kunci atau menyetir sendiri, tapi kami rasa akan lebih efektif dengan supir yang juga bisa jadi pemandu.

Benar saja, kami bisa bepergian lebih tenang dan nyaman karena selain tidak usah takut tersesat, kami juga bisa bertanya seputar kondisi Cirebon sekarang yang nampak mulai ramai saat akhir pekan. Katanya, semenjak akses Tol Cipali dibuka, Cirebon makin banyak dikunjungi oleh warga dari kota lain, terutama dari Jakarta. Banyak yang mengunjungi Cirebon untuk berwisata kuliner dan belanja Batik, lalu pulang.

Info harga November 2015

Sewa mobil 2 hari tanpa supir Rp 500000 (tidak termasuk parkir, bensin)

Sewa mobil 2 hari dengan supir Rp 700000 (tidak termasuk parkir, bensin dan tip supir)


Wisata Kuliner di Cirebon = Wajib Hukumnya

image

Ya, seperti sudah saya sebut pada poin sebelumnya, kalau makin banyak warga dari luar Cirebon yang mengunjuni kota ini untuk wisata kuliner! Sepertinya dari dulu, kuliner kota ini memang sangat khas dan identik begitu orang mendengar nama kota ini disebut sebagai tujuan bepergian.

image

“Mau ke Cirebon, ya? Makan Nasi Jamblang dan Empal Gentong dong?”, begitu biasanya kata orang-orang saat tahu saya mau atau dari Cirebon. Empal Gentong yang merupakan menu sejenis kuah soto dengan santan dan bumbu rempah yang menjadikannya harum dan sedap berisi daging sapi, babat, atau jeroan biasanya disajikan dengan nasi hangat atau lontong yang dicampur pada mangkoknya.

Sedangkan Nasi Jamblang atau Sega Jamblang, merupakan nasi yang dibungkus kecil-kecil dengan daun jati dan disajikan dengan pilihan lauk yang beragam, seperti aneka gorengan (tahu, tempe, telur dadar, perkedel), aneka pepes, sambal goreng, sambal, dan yang juga khas adalah Blekutek (cumi hitam).

Info harga November 2015

Empal Gentong (Mang Darma, Empal Gentong Krucuk) kisaran Rp 180000 – Rp 250000

Nasi Jamblang (Mang Dul, Bu Nur) dengan lauk kisaran Rp 100000 – Rp 250000


Mengintip ke Balik Dinding Keraton

image
image

Foto oleh Wira Nurmansyah

Selain soal kuliner, ada lagi yang identik dengan daerah pesisir dengan julukan Kota Udang ini: sejarah dan budayanya yang tidak kalah kaya dengan daerah lain di Pulau Jawa. Cirebon memiliki empat keraton, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan.

image
image

Seperti komplek keraton pada umumnya, dan ciri khas keraton di Cirebon pada khususnya, terdapat komplek bangunan utama digunakan oleh Sultan dan keluarganya, museum atau ruangan yang berisi benda-benda peninggalan, masjid, makam atau prasasti, area luas dengan pohon-pohon besar rindang dan biasanya lokasinya dekat dengan pasar, penjara dan menjadi pusat pemerintahan daerah.

image

Foto oleh Wira Nurmansyah

image

Kali ini saya berkesempatan mengunjungi Keraton Kanoman yang letaknya seperti tersembunyi di dalam pasar yang sempit. Saya dan teman-teman jadi mendapati sejarah tentang masa pemerintahan Cirebon, bahkan kondisinya hingga saat ini.

Info harga November 2015

Tiket masuk Keraton Kanoman: tidak dipungut biaya, hanya bayar tiket masuk museum Rp10000, pemandu serelanya, dan bayar parkir kendaraan.


Lost in Sunyaragi Cave

image

Foto oleh Wira Nurmansyah

image

Objek wisata lain yang dapat dikunjungi untuk berwisata akhir pekan ke Cirebon adalah Goa Sunyaragi. Saya yang baru kali pertama ke tempat ini cukup terpana dengan area seluas 15 hektar yang fungsinya mirip dengan Tamansari sebuah kerajaan, yaitu untuk tempat beristirahat raja, selir dan keluarganya.

image
image
image
image

Foto oleh Wira Nurmansyah

Menariknya, Goa Sunyaragi yang merupakan goa buatan dari bebatuan karang ini memang unik baik secara bentuk, seperti area labirin batu tempat keluar-masuk goa dan kolam-kolam yang dulunya penuh air mengeliligi area-area goa.

Saat kesana kemarin, area ini sedang dalam proses renovasi dan pembangunan area baru agar pengunjung bisa lebih nyaman lagi dan menambah fungsi dengan adanya stage pertunjukan menghadap area Goa dan Tamansari yang megah.

Info harga November 2015

Tiket masuk Goa Sunyaragi Rp10000, dan bayar parkir kendaraan.

image
image

Sebelum kembali ke Jakarta, saya dan teman-teman mampir ke Desa Batik Trusmi untuk berbelanja Batik khas Cirebon yang juga terkenal. Kisaran batik dari yang murah sampai batik tulis yang mahal bisa disesuaikan dengan keadaan dompet kita, yaitu Rp 20000-Rp 300000.

Kami pun pulang bukan hanya dengan pikiran yang segar dan perut yang kenyang, tapi juga kesan tentang menariknya mengetahui budaya Indonesia lebih dalam jika memiliki kesempatan.

image

Foto oleh Wira Nurmansyah

image

Kadang kita memang tidak bisa menyederhanakan keinginan dan tujuan, itu yang menyebabkan segala sesuatu terlihat sulit dijalankan. Padahal, banyak cara menyederhanakan hidup, bahkan dengan cara paling kita suka, seperti yang saya lakukan: jalan-jalan!

Wisata akhir pekan ke kampung halaman dan mendapati paket lengkap seperti ini, bisa jadi pilihan, bukan? Happy smart-traveling*!

Traveler’s note:

Tulisan ini saya buat dalam campaign Live Simply dari Mountoya Indonesia, air mineral asli Cirebon, Indonesia yang sudah 25 tahun mempertahankan eksistensinya baik di Cirebon, dan daerah seluruh Indonesia, juga negara lain seperti Singapura dan Amerika.

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply