Nyamannya Menginap di Syariah Hotel Solo

Menginap di hotel Syariah terbesar di Indonesia ini tentunya memberi rasa nyaman tersendiri untuk cerita trip ke Solo kali ini.

Selasa, 8 Maret 2016 malam, saya tiba di Bandara Internasional Adi Sumarmo, Solo. Penerbangan terakhir yang saya ambil dari Jakarta mendaratkan saya di kota yang dulunya disebut Surakarta ini hampir pukul 9 malam. Tapi saya tidak khawatir. Bukan hanya karena saya merasa aman dan yakin, orang Solo itu baik-baik (eh, semua orang Indonesia baik-baik kok! Hehe), tapi saya sudah dijanjikan akan dijemput oleh pihak Syariah Hotel Solo, tempat saya menginap selama Explore Kota Solo kali ini.

Benar saja, tidak lama, mobil dengan pengemudi yang mengenakan peci dan berpakaian rapi menjemput saya di pintu kedatangan dengan membawa tulisan “Welcome Nanda Ms. Tavel Blogger” saya pun meluncur ke hotel yang lokasinya hanya sekitar 10 menit dari bandara Solo.

Kawasan hotelnya yang tidak terlalu ramai, dan harus memasuki jalan khusus di antara pohon-pohon rindang untuk ke dalam, baru sampai ke bangunan hotelnya memberi kesan tersendiri bagi saya pribadi. Exclusive.

Karena saya datang sudah cukup larut, proses check in yang sangat cepat membuat saya tidak usah berlama-lama di luar dan bisa langsung masuk ke kamar untuk beristirahat. Saya mendapat kamar di lantai 7 yang menyadarkan saya bahwa bangunan hotel ini cukup besar, dan benar seja terdiri dari 12 lantai.

Saat matahari terbit saya pun baru menyadari, bahwa bangunan hotel ini megah dan tinggi. Saya bisa melihat jalan besar Adi Sucipto dari kejauhan karena dipisahkan area persawahan hijau terbentang tepat di depan hotel dan terlihat jelas dari jendela kamar saya. Kebetulan, hari itu tanggal 9 Maret 2016 adalah hari diprediksinya fenomena alam Gerhana Matahari Total (solar eclipse), yang hanya melewati daerah tertentu saja di Bumi, dan salah satunya Indonesia.

Solo yang diprediksi akan dilewati selama 100 menit pada pukul 6.22 pagi, ternyata memang terasa langitnya lebih redup dari pukul 6 sebelumnya, ketika saya sudah memandangi langit dari jendela kamar Syariah Hotel Solo ini sejak pagi. Pengalaman yang menarik sekali, karena dari sini saya juga bisa melihat matahari berbentuk sabit meski tidak setotal tempat lainnya di Indonesia, seperti Palembang dan Ternate.

Saya menikmati bangun pagi dengan segar karena beristirahat di kamar yang bersih, furniturenya baru, modern dan cukup lengkap, seperti TV flat dengan channel international, coffee set, kulkas, cermin, meja, lemari dan tempat tidur dengan desain modern minimalist dan juga kitab suci Al-Qur’an dan arah kiblat. Bathroom juga bersih dan besar sehingga leluasa memakainya.

Room type dari Syariah Hotel Solo ada beberapa jenis, yaitu Standard Room (218 rooms), Superior Room (145 rooms), Deluxe Room (16 rooms), dan Family Suite Room (8 rooms). Hotel ini juga dilengkapi meeting room dan convention center atau ballroom untuk berbagai acara berskala bear seperti pertemuan dan pernikahan. Semua info tentang fasilitas lengkap tersedia di situs resmi mereka, www.syariahhotelsolo.com.

Saya pun bergegas turun untuk menikmati sarapan di restoran dekat lobby utama dan bagian reservasi. Restoran yang besar dan betapa senangnya saya karena menu sarapan di Syariah Hotel Solo lengkap! Mulai dari menu western seperti pancake, sandwich, dan jajaran buffet makanan Indonesia, ada menu kuliner khas Solo dengan beragam pilihan. Tentu saja tamu dari luar Solo seperti saya akan langsung tertarik dengan makanan khas daerah ini. Ada Nasi Liwet, aneka Tusukan Angkringan, aneka bubur, rebusan, dan jamu yang fresh, dimana saya lihat pengunjung bolak-balik menuang ke gelas mereka.

Desain bangunan minimalis tapi tetap terasa suasana Islami, seperti selalu terdengar lagu atau musik khas seperti di Timur Tengah, atau lagu-lagu bertema religius, pattern dan ukiran pada dinding atau lift, juga fasilitas seperti musholah dan meeting room dengan nama-nama seperti Al Fawwaz, Al Mumtazah, Ar Raihan dan lainnya.

Melihat bangunan, fasilitas, dan pelayanan yang berkualitas saya pun tidak heran jika hotel yang masuk tahun kedua berdiri di Solo dan mengusung hotel syariah terbesar di Indonesia ini rupanya memang di-manage dengan baik oleh grup yang menaunginya, Lor International Hotel (Lorin Hotel), grup hotel bintang lima ternama di Indonesia.

Karena masih dalam tahap pengembangan, fasilitas pendukung untuk para tamu di Syariah Hotel Solo, seperti kolam renang dan tempat fitnes, masih bisa menikmati dari Hotel Lorin Solo yang masih dalam satu kawasan dengan Syariah Hotel Solo. Saya pun hanya berjalan kaki lima menit menelusur jalan yang asri di bawah pepohonan rindang untuk sampai ke kolam renang Hotel Lorin Solo.

Selama tiga hari dua malam berkesempatan Experience Stay di Syariah Hotel Solo sudah sukses membuat saya kerasan berada di Solo dan menjelajah kotanya yang mungil tapi menyimpan banyak cerita baru bagi perjalanan saya di Indonesia. Saya dan teman-teman dari Solo sempat naik ke dataran tinggi Tawangmangu, wisata kuliner dari Selat Solo, Sop Matahari, Bakso Bakar sampai mencicipi karena penasaran usaha Martabak Manis Markobar milik putra Presiden RI Jokowi. Saya juga dengan antusias berkeliling Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan mampir ke Desa Batik Kauman. Ah, rasanya kurang lama singgah di Solo, dan saya berjanji akan kembali lagi ke kota ini.

Matur nuwun sanget, Syariah Hotel Solo dan Lorin Hotel Solo. Sampau bertemu lagi lain waktu!

Bagi yang mau ke Solo, saya rekomendasi Syariah Hotel Solo yang nyaman ini, and keep do your smart traveling*!

Syariah Hotel Solo

Jl. Adi Sucipto No.47, Solo, Jawa Tengah, Indonesia

P: 0271 – 711000

F: 0271 – 736969

W: www.syariahhotelsolo.com

Instagram: @syariahhotelsolo

Facebook: Syariah Hotel Solo

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply