Pelindo III Surabaya: Ini Dia Pelabuhan Paling Instagrammable di Indonesia!

image

Jangan, kamu jangan kesana. Cukup tahu saja, kalau ada pelabuhan secanggih ini, senyaman ini, dan pokoknya semakin bikin tambah bangga deh, dengan kebangkitan maritim Indonesia! Tetap mau kesana juga? Boleh nggak, ya?

Boleh, dong! Tapi baca cerita ini dulu, ya 🙂

Saat pertama mendapat undangan blogger visit untuk ke Surabaya, dan destinasinya adalah pelabuhan, saya pribadi sempat heran. Apa yang mau dijelajah para travel blogger di area seperti pelabuhan? Tapi kemudian saya berpikir, justru ini pasti ada sangkut paut dengan dunia pariwisata dan traveling, karena pelabuhan adalah pintu gerbang jalur laut, salah satu jalur transportasi untuk berpindah antar pulau di negeri ini yang tidak kalah penting dengan jalur darat dan udara.

Kenapa pada judul saya menulis kata ‘Instagrammable’ yang begitu kekinian?

Karena kata tersebut bagi saya sangat familiar saat ini, bagi saya pribadi, dan juga generasi digital enthusiast yang setiap hari bisa membuka Instagram pada smartpohone, lebih dulu saat bangun pagi daripada minum air putih.

Ya, kita semua menyukai Instagram, info yang didominasi tampilan visual, cepat ditangkap oleh mata manusia, dan bisa jadi, jatuh ke hati. Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman undangan Travel Bloggers oleh Pelindo III ke Surabaya (23-24/4/2016) melalui apa yang saya sukai, dan semoga kita semua bisa ikut menyukai untuk kemudian meresap informasinya.

Cuaca di Surabaya pagi itu sangat cerah. Langitnya biru, banyak awan putih gemuk-gemuk, dan matahari, yang seperti biasanya, sangat suka tersenyum lebar di atas Kota Pahlawan (baca: Surabaya panas, rek!). Kami diboyong cukup jauh dari Bandara Juanda, seperti ke ujung kota yang rupanya sudah masuk perbatasan Gresik – Surabaya. Jelas saja, namanya pelabuhan mana mungkin ada di tengah kota. Maka ketika sudah mulai terlihat pintu gerbangnya, saya makin sumringah penuh tanya: Ada apa di Pelabuhan Surabaya?

Terpana di Pelabuhan Teluk Lamong

image

Ada roller coaster warna merah, kuning, hijau panjang sekali! Ada peti kemas warna warni besar-besar, ada traktor warna tosca, ada crane tinggi-tinggi warnanya juga sangat menarik perhatian mata karena kontras menjulang di langit biru cerahnya Surabaya!

image
image

Saya semakin semangat ingin tahu, apa, sih fungsi semua benda-benda raksasa yang jarang-jarang saya lihat ini. Area ini adalah Pelabuhan Teluk Lamong yang juga masih termasuk kawasan Tanjung Perak, dibawah pengelolaan Pelindo III. Akhirnya kami diajak ke semacam menara pengontrol yang disebut Workshop, dan disajikan presentasi yang tidak kalah keren infonya dari visualnya!

image
image

Jadi menurut data Departemen Perhubungan Indonesia, sampai saat ini Indonesia memiliki kurang lebih  1.134 pelabuhan khusus yang dibangun dan dikelola oleh Badan Hukum Indonesia, dan kurang lebih 754 pelabuhan umum yang dibangun dan dikelola Pemerintah dengan 103 pelabuhan yang diusahakan dan dioperasikan oleh PT PELABUHAN INDONESIA (PELINDO) yang membawahi PT PELINDO I (25 pelabuhan), PT PELINDO II (12 pelabuhan), dan juga termasuk PT PELINDO III dengan pelabuhan terbanyak berjumlah 43 (Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah dan Jawa Timur!)

Wah, banyak juga ya pelabuhan di Indonesia! Nggak nyangka!

Saat dijelaskan, saya terpana dengan kalimat “Negara kita ini Negara Maritim dengan perairan lebih luas dari daratannya. Tapi kenapa laut tidak populer? Kenapa justru orang menganggap laut negatif (seperti istilah slang ‘ke laut aja, lo!’)?”

Iya juga, ya! Saya jadi ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali saya traveling naik kapal laut ya? Seingat saya ketika menyebrang dari Bali (Padang Bay) ke Lombok (Lembar), dan itu merupakan pengalaman yang seru juga! Murah meriah, sudah semakin nyaman fasilitasnya, dan bisa mendukung bangkitnya transportasi laut Indonesia. Rasa nasionalisme saya jadi berkobar, besok-besok travelingnya naik kapal laut, ah!

image

Foto Drone oleh Barry Kusuma

Mendengar penjelasan berikutnya pun saya makin terpana. Ternyata alat-alat canggih berwarna catchy yang saya lihat di area Teluk Lamong ini adalah sistem pendukung predikat Pelabuhan Tercanggih di dunia no. 4 untuk Indonesia setelah Virginia (USA), Barcelona (Spanyol), dan Abu Dhabi (Timur Tengah). Waaaaaah!

image
image

Foto oleh Firsta

image
image

Foto Gopro oleh Satya Winnie

image
image

Jadi, alat-alat seperti crane untuk memindahkan dan mengatur penempatan petikemas, ship to shore yang akan menempel pada kapal yang singgah, sampai truck dan traktor semuanya menuju ke sistem otomatis alias dikendalikan dari jauh dengan remote control yang monitor tools-nya (mirip perangkat game) berpusat di Workshop tempat kami bisa melihat-lihat seluruh area pelabuhan dari ketinggian. Oh iya, disini kami juga bertemu para staff yang masih muda-muda (dan didominasi perempuan) dengan passionate melakukan pekerjaan mereka di pelabuhan!

image

Foto Gopro oleh Satya Winnie

image

Di sini, saya melihat kesan bahwa tidak lagi bekerja di pelabuhan itu identik dengan pekerjaan berat, kasar, dan sangat ‘lapangan’, tapi sudah memanfaatkan teknologi yang bisa dikendalikan lebih mudah, lebih efisien, dan tentu saja menghasilkan beragam penghematan. Seperti energi karena tidak menggunakan energi fossil, dan pastinya meminimalisir kecelakaan kerja dari sumber daya manusia yang rentan menghadapi berbagai bahaya kerja di pelabuhan.

image

Foto oleh Barry Kusuma

Fix, saya suka sekali diajak berkunjung ke Pelabuhan Teluk Lamong. Meski bukan tempat wisata, dan terlepas dari begitu banyak objek Instagrammable, trip mengeksplor kemajuan pembangunan pelabuhan Indonesia ini sangat berkesan bagi saya untuk dibagi ceritanya dengan rasa bangga.

Sunset anti-maintsream di Pelabuhan Tanjung Perak

image

Memang, setelah Pak Presiden Jokowi meresmikan Greater Surabaya Metropolitan Port 22 Mei 2016 lalu, pelabuhan di Surabaya jadi naik daun, semangat pembangunan maritim Negeri ini juga semakin naik kelas. Itu bagus. Sarana dan prasarana laut jadi makin ditingkatkan. Tentu saja ini berbanding lurus dengan pembangunan di sekitar pelabuhan yang juga bisa meningkatkan kesejahteraan berbagai pihak, seperti yang sedang diusahakan oleh Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) yang sudah mendesain mega proyek seperti perumahan dan segala fasilitasnya.

image
image

Foto oleh Sutiknyo

image

Foto oleh Sutiknyo

image

Foto Gopro oleh Satya Winnie

Sore itu saya dan rombongan pun diboyong makin ke ujung dermaga. Kami memasuki kawasan  Pelabuhan Tanjung Perak untuk melihat apa yang tidak pernah kami sangka sebelumnya: matahari terbenam dan sore yang berganti cahaya lampu dari crane-crane tinggi menjulang juga kapal-kapal raksasa yang merapat ke pelabuhan. Dengan tentunya rompi dan helm, bahkan sepatu khusus untuk memasuki area ini, saya pun bergidik, ini adalah malam minggu paling anti-maintsream yang sayang untuk tidak diabadikan di Instagram!

Leyeh-leyehan di Surabaya North Quay

image

Foto oleh Firsta

Nah, kalau ini terminal penumpangnya nih! Lagi-lagi saya kebingungan. Ini bandara, apa pelabuhan? Ah, pasti semua yang baru pertama kesini akan berpikiran sama seperti saya, kan? Coba lihat saja failitas terminal penumpang berkapasitas 4000 orang ini.

Ada area keberangkatan dan kedatangan yang gerbangnya rapi, area tamu yang dingin dengan sofa-sofa empuk, check in counter juga x-ray security, fasilitas toilet, juga musolah di tiap lantai, dan saat saya naik elevator ke atas, ada food court!, ada rooftop!, ada banyak bean bag warna-warni di karpet menyerupai rumput hijau! Waaaaaaah!

image

Karena saat saya datang adalah malam minggu, ada juga live music dan warga Surabaya banyak yang datang bukan untuk bepergian naik kapal, tapi sekadar malam mingguan di sini! Terminal penumpang bernama Gapura Surya Nusantara yang juga punya nama keren Surabaya North Quay ini sukses bikin mau berlama-lama leyeh-leyehan sambil melihat kapal laut besar bergantian merapat. Kapal laut yang siap membawa kita mengarungi pulau ke pulau di Negeri indah ini. Jadi bikin asik menyusun wish list alias impian, mau kemana ya naik kapal laut keliling Indonesia setelah ini?

image

Saya mengalami pergeseran pemikiran tentang transportasi laut dan fasilitasnya, tentang bangkitnya pembangunan maritim Indonesia, tentang semakin majunya bangsa ini oleh orang-orang yang tepat, mau berkarya, dan bukan hanya punya mimpi besar tapi berusaha keras merealisasikannya.

Salut Pelindo III!

Terus berkembang dan makin bikin warga Indonesia semakin bangga dengan Negerinya.

Semoga Pelindo III makin jaya di lautan, dan juga di Instagram 🙂

Happy smart traveling*!

Info lebih lanjut kunjungi:

Website: www.pelindo.co.id

Facebook: Pelindo III 

Twitter: @pelindo3 

Instagram: @pelindo3 

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply