Kampung Lawas Maspati: Keceriaan Tidak Terlupa di Surabaya

image

Lama juga tidak mengunjungi kota ini. Meski begitu, Surabaya selalu dekat di hati saya.

Kenapa? Karena selama puluhan tahun saya sempat mengira kalau saya punya darah Surabaya. Yes, saya kira saya arek Suroboyo, karena saya pikir keluarga dari Alm. Papah saya lahir disana, rupanya beda kota, Malang katanya, salah satu kota favorit saya juga! Ah, tidak apa. Saya masih happy karena saya ternyata masih keturunan orang Jawa Timur!

Kenapa juga saya bangga betul jadi orang Jawa Timur? Soalnya sepanjang usia, saya selalu kenal orang Jawa Timur yang baik-baik! (Iya, semua orang Indonesia itu baik, kok! Hihihi…) Mungkin lebih tepatnya, ramah dan lucu-lucu. Iya, lucu. Orang Jawa Timur punya selera humor yang tinggi, cara mereka bercanda, cara mereka berbicara, logat yang sangat khas, selalu mereka bawa kemana saja.

image

Kembali ke Jawa Timur sepanjang cerita traveling saya beberapa tahun terakhir memang cukup jarang. Saya beberapa kali ke Malang, Pekalen, dan akhirnya kali ini saya kembali ke Surabaya! Menyambut baik undangan Pelindo III yang mengajak kami, para travel blogger untuk mengenal lebih dekat Pelabuhan Tanjung Perak dan makin melek dengan kebangkitan maritim Indonesia. Ceritanya ada di sini ya.

Selain ‘wisata pelabuhan’, pada trip ini saya dan rombongan berkesempatan berkunjung ke Kampung Lawas Maspati, salah satu kampung wisata di Surabaya. Wah, pertama dengar ada destinasi ini di itinerary, saya tertarik sekali. Kapan lagi ‘blusukan’ ke kampung yang isinya penuh orang Surabaya, like I said before, I love orang Jawa Timur!

Nama kampung wisata ini rupanya sudah lama ‘booming’ di media karena pernah dikunjungi sang Wali Kota Surabaya, Ibu Risma, yang juga merupakan salah satu pemimpin (perempuan) kebanggaan saya di Indonesia.

image
image
image
image

Begitu masuk area kampung, kita dipakaikan sarung dan udeng, disuguhkan jamu dari mbok gendong, 

image
image

disambut musik dan tari-tarian oleh warga kampung ini, lalu menelusur gank-gank dengan beragam tema dari kreasi barang daur ulang sampai bisa main permainan tradisional dengan anak-anak (yang lebih jago mainnya dari kita!),

image
image

sampai kulineran makanan lawas yang enak-enak. Pokoknya selama sekitar dua jam kita happy banget diajak keliling kampung yang kreatif banget ini!

image
image

Saya perhatikan rumah-rumah di gank yang hanya boleh dilalui pejalan kaki saja, motor harus dimatikan di depan gank dan dituntun sampai rumah, bangunannya masih dijaga dari jaman berdirinya tahun 1907 silam. Serunya, warga kampung ini kini sudah siap menyambut siapapun yang mau berkunjung dan lebih mengenal Surabaya juga Jawa Timur dari sini.

image
image
image

Kampung Lawas Maspati merupakan perwujudan CSR dari Pelindo III, dimana menurut saya melestarikan budaya seperti ini sama pentingnya dengan melestarikan alam atau lingkungan. 

image

Saya merasa ‘Indonesia banget!’ berada di sini. Tertawa bersama warga yang ceria, dari anak-anak, remaja, ibu bapak, sampai kakek nenek yang semuanya menyambut hangat bahkan meriah siapapun pengunjung yang ingin tahu karya mereka.

image

Jadi, kalau berkunjung ke Surabaya, mampir-mampir ke Kampung Lawas Maspati ya! Happy smart traveling*!

Foto-foto oleh Hafidz Novalsyah & Ananda Rasulia Wirawan

Info lebih lanjut kunjungi:

Website: www.pelindo.co.id

Facebook: Pelindo III

Twitter: @pelindo3

Instagram: @pelindo3

Baca Juga:

Pelindo III Surabaya: Ini Dia Pelabuhan Paling Instagrammable di Indonesia!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply