5 Tempat Wisata Instagrammable di Malang & Batu

image

Senang sekali bisa kembali ke Jawa Timur. Kembali ke ademnya Malang dan dinginnya Batu. Kapan terakhir kesini dan sudahkah melihat(dan berfoto) di tempat-tempat ini? Yuk dicoba, seru!

Ini adalah catatan perjalanan solo trip saya yang ke-sekian, tanpa sponsor dan undangan endorsement. Ini adalah catatan perjalanan dengan info berdasarkan ‘katanya’, yang saya dapat dari teman-teman lokal yang berbaik hati menemani berjalan maupun narasumber atau kenalan yang saya temui selama perjalanan. Semoga informatif, kurang dan lebihnya, sila search di box Google saja 😉

Kampung Jodipan

image

Kampung ini letaknya di Jalan Juanda, daerah dimana terdapat klenteng, pasar, dan pertokoan sekaligus rumah(dan rumah toko atau ruko) yang dihuni warga keturunan China yang berdagang di Malang. Letaknya berupa jalan besar, yang kata teman-teman disini seperti ring road kalau di Jakarta. Jalan besar yang dilewati untuk keluar kota.

image
image

Kampung Jodipan tidak jauh dari Stasiun Kota Baru Malang, hanya sekitar 5-10 menit dengan kendaraan bermotor. Kampung ini adalah pemukiman yang berada di tepi Sungai Brantas, sungai terpanjang di Jawa setelah Bengawan Solo di Jawa Tengah. Tidak ada biaya masuk untuk bisa mengeksplor kampung ini, tapi tetap sopan dan menjaga sikap ya terhadap penduduk setempat yang tinggal disini.

image

Perkampungan ini dulunya mungkin terlihat biasa saja, tapi setelah disulap oleh program yang diusung mahasiswa Muhammadiyah Malang didukung brand cat lokal, jadilah kampung ini sangat eye catching dan sebenarnya sudah bisa terlihat dari jalur kereta maupun jalan raya yang melaluinya.

image
image

Memang kontur areanya yang berundak menjadikkannya makin menarik, dan warna cat baik di dinding, gentengm dan semua area di Kampung Jodipan ini dihias dengan beragam warna yang kontras meskipun bangunannya bersebalahan. Jadilah mirip seperti desa-desa colorful di luar negeri. Kalau menurut saya seperti Desa Riomaggiore di Italia. Kalau menurut kamu?

Kebun Bunga Matahari Jalibar

image

Melihat bunga matahari besar-besar dan banyak memang menyenangkan. Tapi saya tidak menyangka perjalanannya cukup jauh karena saya harus meneruskan perjalanan dari Batu melewati Jalibar atau Jalur Lintas Barat.

image
image

Nama tempat wisatanya adalah Peternakan Kuda Megastar, Jalibar, Malang. Harga tiket masuknya RP25.000/orang belum termasuk biaya parkir motor atau mobil. Kita bisa melihat perkebunan bunga, termasuk bunga matahari yang jika sedang mekar dan tumbuh sehat diameter bunganya bisa sampai lebih besar dari wajah saya!

image
image

Iya, sebenarnya ini adalah tempat peternakan kuda yang luas banget. Jadi, kalau kesini sebaiknya naik kendaraan pribadi seperti mobil atau motor. Kita juga berkesempatan berfoto saat menunggang kuda, lho!

Labirin Coban Rondo

image

Coban Rondo pasti nama yang sudah tidak asing lagi untuk wisata kota Malang dan Batu. Yup, tempat wisata alam ini terkenal dengan air terjunnya yang cantik. Beberapa waktu lalu saya pernah mengunjungi tempat ini untuk CSR menanam pohon dan ke Air Terjun, kali ini saya kembali untuk melihat Labirin dari tumbuhan hijau yang segar banget kalau dilihat dari kamera untuk difoto!

Ternyata Labirin ini berada di wahana bermain lainnya di satu area taman. Harga masuknya juga berbeda-beda. Masuk wahana labirin hanya sekitar Rp7500-Rp10.000, tapi belum ditambah harga masuk kawasan Coban Rondo dan parkir kendaraan ya. Labirinnnya tidak sebesar kelihatannya jika difoto dengan lensa wide, tapi tetap seru kok! Apalagi jika tidak ada pengunjung lain alias masih sepi. Coba saja!

Dancok: Daun Cokelat Coban Rondo

image
image
image

Masih di Coban Rondo, tepat di seberang/depan area wahan Labirin ternyata ada spot baru seperti area kayu di bawah pohon-pohon rindang di tengah-tengah hutan. Belum ada kafe yang buka atau tanda-tanda ada penjual makanan, tapi ada tulisan DANCOK Daun Cokelat Cafe dan Trail & Jeep Station.

image
image
image

Karena tempatnya yang teduh dan viewnya sangat hijau, saya mampir dan berfoto. Duduk sebentar disana rasanya adem dan damai banget, karena hanya terlihat rumput dan pohon-pohon hijau. Segar!

Pantai Sendiki

image

Ke Malang makin lengkap kalau mengeksplor pantainya yang jumlahnya juga tidak sedikit! Saya berkesempatan melihat pantai yang terbilang cukup baru di kawasan Malang Selatan, atau sekitar dua jam dari kota Malang. Tidak disangka medannya cukup sulit, seperti melewati area persawahan dengan jalan yang sempit dan kalau becek, tanahnya sangat lembek dan susah dilewati kendaraan bermotor dua roda, bahkan mobil pun harus sangat hati-hati.

image
image
image

Tapi pemandangan sawahnya sangat menghibur, dan saat sampai di pantainya dengan trekking sekitar 10 menit, wah, saya sendiri tidak menyangka akan melihat laut lepas dengan ombak yang cukup besar, pasir putih, dan garis pantai yang panjang. 

image
image
image

Dari pantai ini terlihat Pulau Sempu di seberangnya. Serunya, banyak fasilitas yang disediakan di pantai ini seperti ayunan ala Vila Ombak di Gili Trawangan, rumah-rumah pohon, dan banyak juga yang memasang tenda di sekitar pantai di bawah pohon-pohon rindang.

That’s it, beberapa destinasi saya di solotrip 16 Juli – 22 Juli 2016 kemarin. Semoga informasinya berguna dan cukup menginspirasi ya! Happy smart-traveling*!

Traveling notes:

1. Where to stay: MADOR

Selama di Malang saya menginap di MADOR (Malang Dormitory Hostel) lokasinya strategis:

10 menit dari Stasiun Kota Baru dan Stasiun Kota Lama Malang. 5 menit dari Kampung Jodipan. Dekat jalan Raya dan mudah ditemukan. Recommended!

image
image

MADOR

Jl. Laksmana Martadinata 32, Malang

No.Tlf: 08123386565 (WA/SMS ONLY)

2. What to wear: COZMEED

image

Selama traveling 7 hari saya membawa Carrier Cozmeed Poseidon 50L yang nyaman dan fit di badan saya yang menggunakan transportasi kereta dan pesawat. Baca ulasan saya tentang Cozmeed di sini.

Foto-foto diambil oleh Mas TemUcok, Hamka, and me! 🙂

Special thanks for Ririe, Marta & Mas Dani Mador, Dwikie, dan teman-teman lain selama solotrip di Malang! Matur nuwun sanget :)))))

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply