One Day Trip Nusa Penida: Kurang Puas!

image

Jika sudah pernah menjelajah pantai-pantai di pulau Bali, yuk menyebrang ke tenggara. Sudah pernah ke Nusa Penida?

Bali memiliki tiga pulau kecil di sebelah Tenggara, yaitu Nusa Ceningan, Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Dari tiga pulau ini yang paling luas dan jauh adalah Nusa Penida. Kamu bisa membaca tulisan saya tentang Lembongan dan Ceningan di sini. Sekarang mari membahas Nusa Penida yang saya sambangi pada Fam Trip bersama teman-teman bloggers Jakarta, Bandung, dan Bali dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengeksplor Lovina Festival 2016 dan Pesona Bali pada 9-13 September 2016) lalu.

Pada itinerary trip ini, sebenarnya waktu menjelajah Nusa Penida adalah dua hari satu malam, tapi karena saya ada urusan penting lainnya, jadilah saya hanya berkesempatan menikmati keindahan Nusa Penida hanya dalam satu hari saja. Meskipun kurang puas, saya berharap apa yang saya bagi bisa menjadi info dan alternatif yang ingin pulang-pergi Nusa Penida dalam satu hari. Yuk, dicoba!

image
image

Suasana Pantai Sanur sebelum menyebrang ke Nusa Penida

Saat ini menyebrang ke Nusa Penida memang baru hanya bisa melalui jalur laut, karena belum ada bandara untuk jalur udara dan belum ada jembatan untuk jalur darat. Tempat berlabuh kapal-kaal dari jalur laut ini masih berpusat di bagian utara dan timut pulau ini, karena bagian selaran dan baratnya berbatasan langsung dengan tebing (cliff) dan ombak dari Samudera Hindia yang besar sehingga sulit dilalui kapal. Setelah saya mencari info, ternyata menyebrang ke Nusa Penida ada berbagai cara:

1. sampan/jukung kayu dengan mesin tempel dengan waktu tempuh 1 jam Rp25.000/orang

2. kapal roro dengan waktu tempuh 1 jam yang bisa mengangkut mobil/motor dari Padang Bai Rp15.000/orang dan Rp20.000/motor

3. kapal Cruise yang mewah dari Pelabuhan Benoa,

4. dan yang paling familiar digunakan adalah speed boat dari Sanur dengan waktu tempuh 30 menit ke Nusa Penida Rp65.000/orang.

image
image

Speedboat ke Nusa Penida dari Sanur

Kemarin saya dan rombongan menggunakan speed boat yang hanya ada jam 8 pagi, 10 pagi dan 3 sore. Kami menyebrang sekitar jam 10.30 pagi dan tiba di sekitar jam 11. Untuk menjelajah Nusa Penida bisa menyewa mobil dengan kisaran Rp500.000/hari di luar bensin dan supir, ataupun motor Rp100.000/hari di luar bensin. Tapi saya menyarankan untuk menyewa mobil karena medan Nusa Penida yang menurut saya cukup berat, berliku dan naik turun, dan panas matahari sangat menyengat pada siang hari.

image
image

Suasana saat tiba di Nusa Penida

Karena saya tiba di Nusa Penida sudah cukup siang, saya hanya bisa menikmati dua objek wisata yang letaknya berdekatan, tapi sangat jauh dari pelabuhan, yaitu sekitar satu jam perjalanan dengan mobil. Saya menuju ke Pasih Uug atau Broken Beach dan Angel’s Billabong.

image
image

Kondisi jalan menuju Pasih Uug dan Angel’s Billabong di Nusa Penida

Setelah menempuh perjalanan yang menurut saya sangat jauh ini, saya pun melihat fenomena alam yang menakjubkan, khas Nusa Penida yang sering saya lihat dari beragam media. Pasih Uug yang memiliki arti Pasih = beach, dan Uug = broken memang menyajikan view indah seperti karang besar di tengah laut yang berlubang. Konon kata guide saya kemarin, ada legenda yang mengatakan dulunya area ini adalah desa yang runtuh dalam bentuk lingkaran sehingga dinamakan Broken Beach.

image
image
image
image

Area tempat melihat Broken Beach yang memukau dari atas

Area ini sangat gersang, dengan biaya masuk Rp10.000/mobil, terdapat lahan parkir dan warung-warung kecil yang menjual makanan ringan dan minuman dingin. Saya dan rombongan sempat makan siang yang dibawakan guide kami di saung-saung warung  karena sudah masuk tengah hari. Ternyata, tidak jauh dari area melihat Pasih Uug, sudah bisa menemukan area Angel’s Billabong.

image
image

Jalan menuju Angel’s Billabong dari Pasih Uug

Jalan menuju Angel’s Billabong hanya sekitar 5-10 menit jalan kaki, tapi harus hati-hati karena medannya berupa karang-karang tajam. Terdapat pula kolam dengan air jernih yang menjadi daya tarik pengunjung untuk berendam.

image
image

Angel’s Billabong yang eksotis

Angel’s Billabong sendiri adalah cekungan antara karang yang terlihat cantik karena memiliki gradasi warna dari hijau, tosca, dan biru, dan membentuk seperti kolam pribadi yang langsung terhubung ke laut lepas. Jadi, jika ada ombak tinggi, maka air laut akan masuk ke area yang seperti ‘kolam pribadi’ ini.

Tapi pengunjung harus hati-hati jika ingin berendam dan berenang disini, karena ombaknya bisa tiba-tiba besar. Nama Angel’s Billabong juga diberikan oleh turis asing yang menganggap ini adalah kolam untuk mandi para bidadari. Unik sekali!

image

View dari jendela speed boat, ombaknya besar saat siang hari

Sekitar jam 2 siang saya pun harus diantarkan lagi ke pelabuhan dan kembali ke Sanur dengan speed boat jam 3.30 sore. Rasanya memang belum puas menikmati Nusa Penida, apalagi sebenanrya masih masih banyak objek khas Nusa Penida yang belum saya kunjungi, seperti Mata Air Tembeling, Gua Giri Putri, Devil’s Tear/Smoke Beach, Crystal Bay, Guyangan Waterfall, dan Klingking Beach juga budi daya rumput laut dan impian saya lainnya adalah melihat ikan paling terkenal di Nusa Penida, Ikan Mola Mola.

Sepertinya saya memang harus kembali lagi ke Bali, kembali ke Nusa Penida lagi.

Enjoy Bali, keep do your smart traveling*!

Travelmulu’s note:

Tulisan ini saya buat setelah mengikuti rangkaian Fam Trip Lovina Festival 2016 bersama bloggers Jakarta, Bandung dan Bali undangan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia 9-13 September 2106.

Read more:

5 Alasan Mengunjungi Lovina Festival 2016

Hidden Beauty Lovina: Enjoy Both Sunrise and Sunset!

Recommendation: 3 Days 2 Nights Itinerary to Lovina

Brahma Vihara Arama: Belajar Sejarah Agama Budha di Vihara Indah nan Instagrammable!

Rekomendasi guide & trip arrangement:

Bali Reservasi (Sukma 087861873745/089679425443)

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply