Makassar 11 Jam

image

Kalau punya waktu satu hari di Makassar, apa yang kamu lakukan?

Kalau saya, pertama yang saya lakukan adalah buka Instagram.

Hahaha…

Iya, sekarang bagi saya pribadi, Googling atau mencari hal di situs pencarian Google sudah berpindah aplikasi ke Instagram. Bisa cari di box search, bisa cari dengan hashtags, atau seringnya saya langsung mencari akun yang berkaitan dengan destinasi saya, seperti kali ini: @instamakassar.

Yap, dalam short trip saya kali ini, saya berkesempatan ditemani oleh teman-teman baru dari @instamakassar: Immar @immarimmarr dan Aal @almakmur_ yang dikenalkan oleh Akbar @akbrrr. Ceritanya panjang kalau saya harus jabarkan panjang lebar lagi, jadi here we go, langsung ke cerita 11 jam saya menikmati Kota Daeng, Makassar!

10.30 WITA dijemput di Hotel naik motor!

Saya menginap di sebuah hotel di Jalan Botolempangan yang katanya sih, ini jalan yang banyak kafe, resto, dan kedai kopi ‘hype’ di Makassar. Lokasinya juga strategis, hanya sekitar 10 menit ke Pantai Losari. Sebenarnya jalan-jalan besar di Makassar tidak seberapa macet kalau sedang tidak ada event atau ‘orang penting’ yang datang, tapi beberapa jalan memang satu arah dan butuh memutar untuk ke tujuan yang sebenarnya dekat. So, naik motor sepertinya jadi pilihan yang oke untuk keliling Makassar seharian. Tapi jangan lupa gunakan helm, kenakan jaket dan bawa kacamata hitam jika diperlukan. Soalnya, Makassar panas banget kalau sedang cerah-cerahnya!

11.00 WITA Explore Fort Rotterdam

image

Ini dia benteng yang jadi ikon di kota Makassar! Letaknya dekat dengan Pantai Losari, yaitu di jalan Ujung Pandang, Bulogading, Makassar, Sulawesi Selatan. Kalau naik motor, kita hanya perlu parkir di dekat pintu gerbang depan dan membayar parkir Rp2000, sedangkan tidak ada harga tiket masuk kecuali mengisi buku tamu dan memberi sumbangan seikhlasnya kepada penjaga. Jam buka benteng ini adalah pukul 8 pagi sampai 6 sore. Oh, iya benteng ini sering dijadikan lokasi event besar di Makassar seperi Makassar International Writer Writers Festival atau acara komunitas seperti Instameet Makassar.

image
image

Area Fort Rotterdam ternyata berbentuk penyu yang seakan mendekati area pantai (karena sudah dekat laut) jika dilihat dari atas (drone mode: on!). Maka nama lain dari Benteng ini adalah Benteng Panyyua, atau benteng Ujung Pandang, atau juga disebut Benteng Gowa-Makassar. Bentuk Penyu, hewan yang dapat hidup di darat dan air, mencerminkan filosofi Kerajaan Gowa yang berjaya di darat dan lautan.

image
image

Jangan lupa berfoto di spot-spot Instagrammable, yaitu dinding, pintu dan jendelanya yang vintage berwarna cerah kuning dan merah, kelilingi area benteng yang bersih dan rapi, juga dapatkan beragam pengetahuan sejarah di museumnya.

12.00 WITA Makan siang Coto Nusantara

image

Tidak lengkap ke Makassar kalau tidak mencicipi aneka kulinernya yang serba daging, dan lezat! Saya sendiri sudah pernah mencicipi hampir semua yang terkenal, seperti Konro Karebosi, Palubasa Serigala, dan Coto Nusantara. 

image

Kali ini saya kembali ke Coto Makassar Nusantara karena letaknya yang paling dekat dengan Losari. Harga per porsinya adalah Rp20.000, lokasinya juga tidak jauh dari Pantai Losari, tepat di depan terminal Peti kemas Pelabuhan Soekarno – Hatta Makassar, yaitu di Jalan Nusantara No.32 Makasssar, Sulawesi Selatan.

13.00 WITA Menyebrang ke Pulau Khayangan

image

Ya! Menyebrang ke Pulau! Siapa bilang dalam waktu satu hari tidak bisa main-main air di pantai dan pulau? Ada beberapa pulau kecil yang bisa kita sebrangi dari Makassar, saya sendiri sudah pernah ke Samalona (estimasi PP dengan kapal 1 jam), Pulau Lae Lae  (estimasi PP dengan kapal 30 menit), dan yang saya baru coba kemarin adalah Pulau Khayangan (estimasi PP dengan kapal dan waktu tunggu, 30-45 menit). Jadilah kami ke pelabuhan penyebrangan (yang ternyata setiap pulau berbeda-beda tempat berangkat untuk menyebrangnya, tapi masih di satu area yang berdekatan) yang letaknya masih di sekitar Pantai Losari dan berada persis di seberang Fort Rotterdam.

Biaya parkir Rp5000/motor dan menyebrang dengan speedboat kecil Rp50.000/orang PP. Tidak ada jam berangkat dan pulang, kita bisa berangkat saat kapal sudah tersedia di pelabuhan, begitupun saat pulang dari pulau, bisa ikut kapal yang akan kembali ke Makassar.

13.30 WITA Explore Pulau Khayangan!

image

Menyebrang dengan speedboat ke pulau ini cukup dekat dan cepat, hanya sekitar 15 menit. Kita bisa melihat kapal-kapal besar berisi peti kemas dan makin menjauhi daratan kita bisa melihat gedung dan bangunan di kota Makassar.  Benar saja, karena masih terbilang dekat dengan Makassar, view dari pulau ini menyajikan lanskap kota Makassar yang sedang terus membangun diri menjadi lebih maju lagi.

image

Pulau Khayangan sudah cukup dikelola terlihat dari sudah adanya fasilitas seperti toko makanan dan minuman, tampat duduk dan meja, bahkan penginapan berjenis homestay. Saat kesana saya melihat sedang dibangun kolam renang. Sayanganya, saat saya kesana kemarin, pulau Khayangan sedang ramai orang karena ada event. Saya pun mencari area yang lebih sepi sambil menjelajah pulau yang tidak luas dan bisa dikelilingi hanya dalam 10 menit ini.

image

Serunya, pasir pantai Pulau Khayangan putih dan lembut, air lautnya juga biru bersih, ada bean bags dan payung warna warni tertancap di pasir sekitaran pantai meski viewnya adalah bangunan dari daratan kota Makassar.

image
image

Sayapun ke sisi lain pulau dan menemukan seperti bangunan dengan dermaga kayu yang tidak terpakai. Sudah agak rusak dan tidak terawat, tapi voila! Area ini sangat cantik saat terkena cahaya matahari yang akan terbenam. Viewny laut lepas, dan anginnya sepoi-sepoi. Cukup Instagrammable untuk berfoto!

17.00 WITA Sunset di Masjid Terapung Losari

image

Saya dan teman-teman memutuskan kembali ikut speedboat pukul 5 karena akan sholat Ashar di Masjid Terapung dan menikmati sunset dari Pantai Losari. Masjid yang sebenarnya bernama Masjid Amirul Mukminin ini terletak di Jalan Penghibur No.289, Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

image

Masjid yang disebut-sebut sebagai Masjid Terapung pertama di Indonesia ini memang desainnya modern, dan saat matahari terbenam view ke arah laut sangat cantik. Warna langit yang berubah dari oranye, menjadi jingga, kemudian semua menjadi gelap saat waktu Maghrib tiba.

19.00 WITA Makan Malam Mie Titi

image

Makan malam kali ini saya dibawa ke cabang Mie Titi di Jalan Boulevard, Makassar, Sulawesi Selatan. Nah, daerah ini terbilang cukup jauh dari area Pantai Losari, bahkan pusat kota yang sering saya lewati baik dari hotel atau bandara, yaitu sekitar 15-20 menit.

image

Mie Titi ini sebenarnya seperti I Fu Mie kalau kita sering temui di kota lain, atau di Jakarta. Mie kuning yang digoreng kering dan disiram kuah kental dengan potongan ayam, sayur mayur, atau seafood. Harganya Rp18.000 dan porsinya terbilang besar. Oh, iya katanya Mie Titi ini dibuat dengan tungku dari arang, lho!

20.00 WITA Nongkrong di Kopi Lagi

image

Saya memutuskan menghabiskan waktu di Makassar sampai malam, kebetulan saya diajak ngumpul bareng teman-teman @instamakassar. Di kota ini juga sudah banyak kedai kopi, dari yang besar sampai yang mungil tapi ramai pengunjung seperti di Kopi Lagi ini. Rupanya ini base camp teman-teman kreatif di balik akun @instamakassar.

image

Sama seperti yang saya sering temui di Jakarta, kedai kopi yang meski tidak fancy tapi dianggap nyaman oleh pelanggannya. Mereka bermain karambol, uno, nonton DVD, nonton bola, mengobrol, dan menajdi akrab satu sama lain. Nice moment to end my one-day-trip in Makassar.

23.00 WITA Kembali ke hotel

What a great day! Senang sekali kembali ke Makassar untuk yang ke 5 kalinya 🙂 Balik lagi nggak, ya? SURPRISE! Semoga info ini berguna dan happy smart traveling* ya kawans-kawans semua!

Foto-foto oleh Aal @almakmur_

Special thanks Achlan Fahlevi @achlanfahlevi & @kongreshmpi6 for inviting me to Makassar!

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply