3 #TravelTips ke Pulau Tidung

Kangen pantai? Nggak punya cuti panjang? Mau liburan dekat dan hemat? Ke Tidung, Kepulauan Seribu Jakarta aja!

Menyambangi pulau seribu bagi orang Jakarta, harusnya sih, sebuah keharusan. Iya! Kita sebagai warga ibukota juga punya area kepulauan dan pantai! Saya pribadi sudah beberapa kali menjelajah, dan pulau-pulaunya nggak kalah keren kok dari daerah kepulauan lainnya di Indonesia. Kamu sudah coba Pulau apa?

Nah, kalau Pulau satu ini sebenarnya sudah lebih dulu ‘booming’ di antara Pulau lainnya di Kepulauan Seribu. Banyak orang pasti juga sudah pernah berwisata kesini. Tapi saya pribadi justru belum pernah, dan senang sekali mendapat kesempatan berkunjung ke Pulau Tidung pada undangan Tidung Festival (19-20/8/2107) lalu.

Berikut ini tulisan kedua, oleh-oleh dari sana yang sudah ditanya banyak teman-teman yang cukup kaget melihat kondisi Pulau Tidung sekarang yang semakin cantik dari social media saya saat live report Tidung Festival 2017. Ini dia 3 Travel Tips ke Pulau Tidung, semoga berguna ya!

How to get there?

Pulau Tidung terletak di sebelah barat laut dari daratan Jakarta. Ada beberapa pilihan kapal untuk menyebrang ke Pulau ini dengan biaya kapal dan waktu tempuh yang berbeda-beda:

1. Marina Ancol (Ja karta Utara) dengan speedboat dan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam. Biaya Rp150.000/sekali jalan. Untuk menyewa kapal pribadi bisa sampai 10-12 Juta Rupiah dengan kapasitas sampai dengan 50 penumpang. Di Marina Ancol kita akan menunggu di dermaga-dermaga yang tertata rapi dan tersedia parkir kendaraan jika ingin menitip. Speedboatnya besar dan luas, terdapat toilet, dan ada AC. Saya menyarankan cara ini karena lebih nyaman, meskipun memang jauh lebih mahal dari pilihan lainnya.

2. Muara Angke dengan kapal kayu biasanya bersama warga Pulau Seribu lainnya yang membawa banyak barang (bahkan kendaraan seperti sepeda motor!) atau Kaliadem (Jakarta Utara) dengan speedboad milik Pemda DKI yang lebih nyaman tapi harus mengantri dari pagi (pengalaman saya bisa mengantri dari sebelum Subuh!) karena seatnya terbatas. Waktu tempuh sekitar 2-3 jam. Biaya sekitar Rp50.000/sekali jalan. Kondisi daerah Muara Angke sendiri kadang tidak menentu. Bisa sangat ramai dan terdapat berbagai jenis orang dari penumpang, pelancong, sampai pedagang atau nelayan.

3. Rawa Saban (Tangerang) dengan speedboat dan waktu tempuh sekitar 1 jam. Biaya kapal Rp35.000/sekali jalan.

Sesampainya di Pulau Tidung, akan ada dua dermaga untuk speedboat dan kapal kayu. Kedua dermaga ini sudah rapi dan nyaman untuk penumpang naik turun kapal. Semoga terus dijaga kerapihan dan kebersihannya ya oleh kita semua yang berkunjung kesana.

What to do?

Pulau Tidung semakin bersih dan rapi, tentu saja membuat Pulau ini jadi makin cantik, indah, dan yap, instagrammable! Lihat saja pantainya yang berpasir putih halus sehingga memantulkan warna biru dengan gradasi menawan dari biru sampai tosca.

Berjalan ke arah Jembatan Cinta, ikon Pulau Tidung yang paling terkenal, menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil, sambil duduk-duduk di bangku yang tersedia, Gradasi warna air laut jika hari cerah sangat bagus untuk berfoto. Apalagi kalau banyak kapal-kapal lewat, makin menarik perhatian!

Di area Jembatan Cinta juga direkomendasikan untuk melompat, dari jembatan ke air. Tenang saja, sekarang sudah ada tangga dekat area tersebut, jadi tidak perlu panik setalh loncat, hanya berenang sedikit bisa naik lagi deh. Kalau takut, bisa menggunakan pelampung juga kok. Konon, katanya kalau lompat disini, bisa cepat dapat pasangan!

Snorkeling dan water sport juga tersedia dengan beberapa operator yang bisa kamu pilih menunggu di sekitar area Jembatan Cinta. Atau tanyakan pada pihak homestay dan pemandu wisata, atau bahkan penduduk lokal pasti akan memberi informasi yang pengunjung perlukan dengan ramah dan sopan.

Jangan lewatkan juga sunset di ujung Pulau dengan bersepeda atau naik bentor (becak motor). Kita akan melewati rumah-rumah penduduk yang menjual beragam dagangan (dari cindermata, pakaian hingga aneka makanan), mewati hutan pohon kelapa, dan tiba di ujung sejenis tanjung berpasir dimana matahari terbenam terlihat lagi tanpa halangan.

Jika datang bersama teman-teman, coba bermain air soft gun di antara pohon kelapa yang adem, atau kalau hanya ingin bersantai, jajan di tepi pantai seperti bakso ikan goreng atau seblak pedas bisa jadi pilihan menghabiskan waktu liburan di Pulau Tidung.

Daftar Harga, per Agustus 2017!

Berikut ini daftar harga di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta:

Homestay kisaran Rp250.000 (weekdays) – Rp350.000 (weekend) /rumah/malam

Snorkeling:

Dengan kapal kayu kisaran Rp300.000 – Rp500.000/kapal tergantung besar kapal

Dengan sppedboat (ke area lebih dekat) Rp60.000/orang sudah dengan alat

Alat Rp30.000-Rp50.000/orang

Air Soft gun Rp35.000/orang

Sepeda Rp20.000/hari

Motor Rp100.000/hari

Bentor kisaran Rp10.000-Rp30.000 tergantung jarak

Makan & Minum kisaran Rp10.000-Rp20.000

Oleh-oleh (rekomen: keripik sukun dan ikan teri!) kisaran Rp5.000 – Rp15.000

That’s all! Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Jangan lupa memakai outfit kece dengan warna-warna cerah, bawa sunblock dan topi juga kacamata. Yang terpenting, selalu jaga kebersihan dan keindahan dimanapun kamu berada yaa! Happy smart traveling*!

Traveler’s note:

Tulisan ini merupakan rangkaian artikel Tidung Festival 2017: Bergembira di Pulau Cantik, Nyaman dan Ramah

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply