Inspirasi #MudikAman dari Video Jasa Raharja

Yippie! Akhirnya merasakan mudik juga! Ini adalah tiga catatan penting di mudik pertama saya.

Setelah dari lahir sampai dewasa, bertahun-tahun merasakan Hari Raya di Ibukota, akhirnya saya berkesempatan mudik juga! Ya, tahun 2018 ini adalah pengalaman mudik pertama saya setelah menikah, yaitu ke rumah orangtua suami. Tidak jauh memang, hanya ke kota Cimahi, Jawa Barat. Tapi bagi saya, ini tetap saja pengalaman mudik yang tidak terlupakan karena akan ikut tradisi orang Indonesia yang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk ber-Lebaran. Serunya!

Setelah berpikir jauh-jauh hari soal transportasi apa yang akan saya dan suami pilih untuk mudik, karena saat ini saya sedang hamil besar hampir delapn bulan, rasanya mobil pribadi kami yang paling cocok dan nyaman untuk kami bepergian. Akhirnya, mobil mungil kesayangan kamilah yang akan menemani mudik pertama saya ini. Tentunya, saya yang sudah masuk kriteria ‘ibu-ibu’ sama ribetnya dengan ibu-ibu lain, yang ingin mempersiapkan perjalanan agar nyaman dan aman. Tapi rupanya suami saya pun berpikir sama. Kita memang harus mempersiapkan semuanya dengan baik, kemanapun tujuan bepergian kita. Jangan sampai menyesal nantinya!

Berikut ini tiga hal penting yang menjadi catatan saya selama mempersiapkan mudik pertama saya dengan kendaraan pribadi. Semoga cerita yang saya bagi ini juga bisa bermanfaat dan menginspirasi ya!

1. Persiapkan Kendaraan dengan Prima

Mobil mungil saya yang termasuk city car sebenarnya tidak terasa banyak keluhan saat pemakaiannya sehari-hari. Tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi di perjalanan. Benar saja, saya pernah hanya ke Bandung tapi harus menempuh waktu satu hari satu malam karena macet yang kelewatan! Saya dan suami sampai menginap di rest area karena ngantuk yang tidak tertahan.

Suami saya pun mulai mengecek ‘kesehatan’ mobil kami. Pertama dari oli mesin yang harus diganti tepat waktu. Lalu kanvas-kanvas rem yang cukup krusial kalau sampai terlalu tipis. Lalu pengecekan radiator, air aki, sampai keempat ban baik depan dan belakang. Semua harus dalam keadaan prima.

2. Kesehatan Pengendara & Pendamping

Setelah merasa kondisi kendaraan sudah aman dan nyaman untuk digunakan, kondisi kesehatan pengendara juga tidak kalah penting. Saya selalu mengamati kondisi suami saya setiap akan mulai menyetir kemanapun. Karena mau kondisi kendaraan prima, tapi yang menyetir tidak sehat atau mengantuk, akan sama berbahayanya!

Pastikan pengendara dalam kondisi sehat, tidak mengantuk, merasa semangat, dan nyaman berkendara. Saya akan menyiapkan kebutuhan konsumsi yang baik, seperti makanan (cemilan) bahkan makanan berat seperti nasi, juga minuman yang suami saya suka. Nah, kondisi pendamping menurut saya juga sangat penting. Pendamping pengendara adalah penumpang yang duduk di sebelah atau belakang pengendara, dan selalu siap menemani dan sigap melihat konodis perjalanan juga, sama seperti pengendara. Selain konsumsi, keperluan lain seperti memastikan e-toll terisi juga penting! Janga sampai lupa atau kehabisan di tengah perjalanan. Oh, iya, pemilihan playlist lagu juga krusial lho! Hahaha…

Mau tidak mau, sayalah satu-satunya penumpang yang selalu menjadi pendamping suami saya menyetir. Manfaatnya sangat terasa. Seperti mengajak ngobrol, ikut melihat rambu-rambu dan tanda tulisan arah jalan, dan tentunya memberi semangat agar pengendara tidak merasa sendirian menyetir, dan penumpangnya tidur. Hehe… Jadi, temani supir dengan baik, ya!

3. Inspirasi dari Video Jasa Raharja

Kemarin saat sudah ramai berita mudik, dan tentunya masih ada saja berita duka kecelakaan lalu lintas, saya jadi berpikir. Alangkah sedihnya jika sampai terjadi hal tidak diinginkan di perjalanan mudik. Bukannya bertemu keluarga tersayang, malah berakhir duka di jalan. Saya lalu melihat video yang dibagi oleh teman saya. Sebuah video yang menarik, dan awalnya memilukan, karena dibuka dengan visual kecelakaan lalu lintas saat mudik.

Video ini dibuat oleh Jasa Raharja, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi sosial yang sudah tidak asing lagi namanya di Indonesia. Video berdurasi 30 detik ini menceritakan dengan jelas bagaimana sedihnya kalau kita tidak mempersiapkan #mudikaman demi kelancaran perjalanan agar bisa berkumpul dengan keluarga di Hari Raya. Sepele memang jika hal seperti ‘ngantuk sedikit di jalan’ diabaikan. Karena kita tidak pernah tahu kondisi pengendara lain di jalan. Seringkali kita sudah penuh persiapan, justru pengendara lain yang tidak siap dan membahayakan.

Maka, terinpirasi dari video ini, saya ingin berbagi bahwa pentingnya persiapan agar #mudikaman bisa kita jalankan di perayaan Idul Fitri tahun ini. Jika kalian juga akan atau sedang mudik juga saat ini, silahkan share artikel dan video ini kepada orang-orang tersayang kalian. Agar mereka juga ikut terinspirasi, lebih siap dan waspda menjalankan mudik yang aman dan nyaman seperi harapan kita semua.

Selamat mudik semua! Happy smart tarveling*!

Yeay akhirnya saya mudik juga

Selamat menikmati waktu berkualitas dengan keluarga dan Selamat Idul Fitri 1438H.

*smart-traveling is doing travel with full responsibility for everything you do to nature, local people, culture, and yourself during the trip.

Leave a Reply